103 Sembako Untuk Buruh Pemecah Batu


 

103 Sembako Untuk Buruh Pemecah Batu

103 Sembako Untuk Buruh Pemecah Batu

Dihadiri 103 buruh pemecah batu, kegiatan bakti sosial dimulai. Para aparat desa di sekitar kegiatan juga turut hadir. Ada dari Dusun Wanut, Rejosari, Jati, dan Dusun Sumberwungu Tepus, Gunung Kidul, Jawa tengah.

Sabtu (26/6), Dompet Peduli Ummat Daarut Tauhiid (DPU DT) Yogyakarta bekerja sama dengan Swalayan Pamela, menggelar kegiatan tersebut. Kegiatan diperuntukkan bagi mereka, para buruh yang hidupnya berkekurangan. Terutama di daerah yang terkenal dengan ketandusannya, Gunung Kidul.

Kegiatan yang dimulai sejak pagi hari itu, tak hanya berisi pembagian sembako. Tapi juga diwarnai dengan pemutaran film motivasi. Dibantu oleh para peserta Beasiswa Mandiri DPU DT, kegiatan berlangsung sukses dan mendapat sambutan posititif dari warga setempat.

By pondokdhuafa

Gempita Sosial Meriahkan Banjaran


 

Gempita Sosial Meriahkan Banjaran

Gempita Sosial Meriahkan Banjaran

Syair dan salawat terdengar merdu memecah keheningan. Dilantunkan sejumlah siswa yang tergabung dalam marching band di acara pembukaan Gempita Sosial Dompet Peduli Ummat Daarut Tauhiid (DPU DT), Ahad (27/6).

Acara diselenggarakan di Kampung Bunut, Desa Margahurip, Kecamatan Banjaran. Berisikan kegiatan medical check-up, pemeriksaan tensi darah dan pemberian obat secara gratis. Acara juga bertepatan dengan imtihan (kenaikan kelas) Madrasah Diniah al-Amanah Banjaran.

Bekerja sama dengan tim dokter K-Pe Sehat Daarut Tauhiid, pengobatan gratis diikuti 188 warga dari 500 yang ditargetkan. Diharapkan acara ini tak hanya membantu kaum dhuafa mendapatkan layanan kesehatan secara gratis, tapi juga meningkatkan kepedulian dan empati terhadap sesama.

Pada acara kali ini, tidak hanya peserta yang datang ke tempat pengobatan gratis, tapi tim dokter juga berkesempatan mengunjungi rumah warga. Terutama yang bertempat tinggal jauh dan parahnya penyakit yang mereka derita.

By pondokdhuafa

Gymnastiar, Selamat Jalan tuk Merengkuh Cita!


 

Gymnastiar, Selamat Jalan tuk Merengkuh Cita!

Gymnastiar, Selamat Jalan tuk Merengkuh Cita!

Mendung masih menggantung di langit Bandung. Jadi nyanyian perpisahan yang begitu syahdu. Sabtu (26/6), sebuah perpisahan antara anak dan orangtua terjadi. Ketika mereka harus merelakan anaknya pergi jauh untuk sebuah cita-cita.

Gymnastiar yang bernama lengkap Fauzan Gymnastiar adalah salah satu dari dua peserta yang lolos seleksi beasiswa ke Adzkia Islamic School (AIS) Jakarta. Seleksi yang diadakan Dompet Peduli Ummat Daarut Tauhiid (DPU DT) tiga pekan lalu. Gymnastiar tak sendiri. Ia pergi bersama temannya yang juga lolos seleksi, Edwar. Mereka akan mengikuti pelepasan siswa dari DPU DT Pusat ke AIS Jakarta.

Sebuah perpisahan sederhana cukup membuat orang tua Gymnatiar dan Edwar dirundung duka. Namun, itu tak lama. Sebongkah syukur dan bahagia terucap. “Alhamdulillah, syukur, senang sekali anak saya bisa diterima. Jadi bisa sekolah gratis,” ujar orangtua Gymnastiar gembira.

Ke depannya, Gymnastiar dan Edwar akan bergabung dengan teman-temannya yang lain. Utusan dari DPU DT Jakarta, Tasikmalaya, Lampung, Palembang, dan Yogyakarta. Mereka semua terpilih untuk bersekolah gratis di AIS. Sekolah binaan DPU DT hasil dana Zakat, Infak dan Sedekah (ZIS) para donatur.

By pondokdhuafa

RADI: Asyik, Punya Rumah Baru!


 

RADI: Asyik, Punya Rumah Baru!

RADI: Asyik, Punya Rumah Baru!

Sebelumnya, Rumah Asuh Daarul Ihya (RADI) terletak di Geger Kalong Girang, Bandung. Kali ini tidak. Rumah yang menampung anak yatim piatu tersebut, kini pindah alamat. Anak-anak dan para pengasuhnya pun ikut hijrah. Mereka punya rumah baru.

Sebuah bangunan di atas tanah wakaf yang terletak di Kompleks Sariwangi Asri, Desa Sariwangi, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, diresmikan sebagai tempat tinggal anak-anak asuh DPU DT, Senin (21/6). Walau bangunannya masih membutuhkan renovasi, mereka mengaku senang bisa menempati kawasan asri dan sejuk itu.

“Alhamdulillah, senang sekali bisa tinggal di sana (tempat baru). Walaupun agak jauh dari sekolah dan suasananya sepi, mudah-mudahan kualitas ibadah, prestasi, akhlak, dan belajar semakin meningkat,” ujar Kiki (17), salah seorang anak asuh saat ditemui di sekolahnya, SMK Daarut Tauhiid.

Itulah sedikit gambaran kebahagiaan anak asuh RADI DPU DT. Jarak tak mematahkan semangat mereka untuk tetap bersekolah. Menggapai mimpi yang mereka ukir, bersama kepedulian para donatur Zakat, Infak dan Sedekah (ZIS) DPU DT.

By pondokdhuafa

12 Anak Lolos Tes Sekolah Gratis


 

12 Anak Lolos Tes Sekolah Gratis

12 Anak Lolos Tes Sekolah Gratis

Rona kebahagiaan tampak menyelimuti 12 anak dan orangtuanya. Betapa tidak, setelah mengikuti berbagai tahap seleksi dan bersaing dengan puluhan anak lain, akhirnya mereka lolos seleksi dan dapat meneruskan sekolah dengan gratis.

“Alhamdulillah, bersyukur sekali anak saya bisa diterima di sekolah yang berbasiskan Islam. Sebelumnya, saya gak bisa tidur, kepikiran terus,” ujar Heni (50) setelah mengetahui anaknya, Abdullah (16) ternyata lolos seleksi dan diterima di SMK Daarut Tauhiid.

Ahad (20/6), dari 49 yang mengikuti seleksi, hanya 10 anak yang lolos ke SMK Daarut Tauhiid Bandung dan 2 anak lolos ke Adzkia Islamic School (AIS) Jakarta, sekolah binaan DPU DT. Mereka diberikan pengarahan tata tertib dan menandatangani Master of Understanding (MOU).

Ke depannya, 12 anak berprestasi dan dhuafa tersebut akan bersekolah di kedua lembaga itu. Semua biaya pendidikan ditanggung oleh DPU DT melalui dana Zakat, Infak dan Sedekah (ZIS) dari para donatur.

By pondokdhuafa

Rilis: Launching Mobil Jenazah


 

Rilis: Launching Mobil Jenazah

Rilis: Launching Mobil Jenazah

Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) Dompet Peduli Ummat Daarut Tauhiid (DPU DT) pada Sabtu (26/6), akan mengadakan Launching Mobil Jenazah di Gedung Daarul Ilmi Kompleks Pesantren Daarut Tauhiid Bandung. Acara terselenggara atas kerja sama dengan Ikatan Karyawan FIF (IKAFIF).

Ada pun mobil jenazah ini merupakan hasil dana zakat karyawan FIF yang dipercayakan kepada DPU DT, dan diperuntukkan bagi dhuafa yang membutuhkan pelayanan mobil jenazah, tanpa dipungut biaya apa pun (gratis).

Acara akan diisi dengan seremonial penyerahan mobil jenazah dari IKAFIF kepada DPU DT dan ramah tamah bersama KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym), pimpinan Pondok Pesantren Daarut Tauhid Bandung, beserta keluarga besar Daarut Tauhiid.

By pondokdhuafa
Rilis: Gempita Sosial dan Launching DTM di Cilayung

Rilis: Gempita Sosial dan Launching DTM di Cilayung


 

Rilis: Gempita Sosial dan Launching DTM di Cilayung

Rilis: Gempita Sosial dan Launching DTM di Cilayung

Bertempat di Desa Cilayung, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZ) Dompet Peduli Ummat Daarut Tauhiid (DPU DT) akan mengadakan acara Gempita Sosial dan Launching program Desa Ternak Mandiri (DTM), pada Rabu (12/5), pukul 08.00 WIB s/d selesai. Acara berisikan layanan pengobatan gratis bagi masyarakat dhuafa yang jauh dari akses layanan kesehatan (puskesmas atau rumah sakit).

Layanan melibatkan tim dokter dari Poliklinik Sehat Daarut Tauhiid, meliputi cek tensi darah, medical check-up dan pemberian obat gratis bagi 500 warga setempat.

Acara Gempita Sosial merupakan kegiatan reguler dari Pusat Sosial Kemanusian (Pusosman) DPU DT. Karenanya, dihimbau bagi masyarakat yang bertempat tinggal di sekitar lokasi tersebut, untuk mengoptimalkan acara Gempita Sosial DPU DT ini.

By pondokdhuafa
Pertemuan Misykat Se-Kabupaten Bandung Barat

Pertemuan Misykat Se-Kabupaten Bandung Barat


 

Pertemuan Misykat Se-Kabupaten Bandung Barat

Pertemuan Misykat Se-Kabupaten Bandung Barat

Silaturahmi tidak mengenal waktu dan usia. Begitu pun bagi ibu-ibu anggota Microfinance Syariah Berbasis Masyarakat (Misykat), silaturahmi kali ini terasa berbeda.

Kenapa? Karena tak seperti biasanya, pertemuan ini diikuti anggota Misykat dalam jumlah yang besar.

Bertempat di Kampung Pager Maneuh, Desa Pager Wangi, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, sebanyak 61 anggota Misykat mengikuti Pertemuan Anggota Misykat Wilayah Kabupaten Bandung Barat, Kamis (6/5).

Acara diikuti oleh enam majelis, yaitu Majelis ar-Rohmah I, Majelis ar-Rohmah II, Majelis al-Mubarokah, Majelis ar-Rozak, Majelis as-Salam, dan Majelis al-Furqan. Acara rutin yang digelar selama tiga bulan sekali tersebut, bertujuan memperkuat ukhuwah antara anggota Misykat dan pengurus Misykat Dompet Peduli Ummat Daarut (DPU DT).

Kehangatan pun terpancar ketika ibu-ibu anggota Misykat mengikuti acara demi acara yang disiapkan pengurus Misykat. Berbagai perlombaan seperti lomba menginjak balon, lomba cerdas cermat, dan lomba membuat rujak diikuti dengan begitu antusias. Acara diakhiri dengan pembagian hadiah bagi kelompok yang menjuarai perlombaan.

Melalui acara seperti ini, ikatan silaturahim antara anggota Misykat dengan DPU DT tetap terjaga. Bagi anggota Misykat, acara tersebut dapat meningkatkan kekompakkan antara anggota untuk menjadi pribadi yang mandiri. Dari mustahik menjadi muzakki.

By pondokdhuafa
Pembinaan Alumni Baby Sitter

Pembinaan Alumni Baby Sitter


Pembinaan Alumni Baby Sitter

Pembinaan Alumni Baby Sitter

Selesai pendidikan, tak berarti selesai pembinaan. Bagi 19 perempuan jebolan pelatihan Baby Sitter Dompet Peduli Ummat Daarut Tauhiid (DPU DT), pembinaan merupakan hal yang penting. Selama dua hari yaitu pada Sabtu (1/5) dan Ahad (2/5), mereka mengikuti acara pembinaan di Aula Muslimah Center Kompleks Pesantren Daarut Tauhiid.

Selama pembinaan, peserta mengikuti rangkaian acara yang telah dipersiapkan panitia, berupa sosialisasi Global Solution Provider (GSP) oleh Muhammad Iskandar, Direktur GSP. Selain perkenalan mengenai GSP, peserta juga diberikan motivasi agar tetap optimis dalam menjalani kehidupan. Yaitu berupa materi “Tegar dalam Ujian”, diberikan Ustadzah Siti Marzuqoh, salah seorang pembina program.

Tidak sekadar silaturahim, peserta juga bisa sharing mengenai permasalahan yang dihadapi selama bekerja. Dengan demikian, mereka tak hanya mengungkapkan permasalahan tetapi juga mencari solusi bersama-sama, sehingga beragam masalah dapat diselesaikan.

By pondokdhuafa
Bea Mandiri: Bahas Strategi Zakat Kemandirian

Bea Mandiri: Bahas Strategi Zakat Kemandirian


 

Bea Mandiri: Bahas Strategi Zakat Kemandirian

Bea Mandiri: Bahas Strategi Zakat Kemandirian

Idealnya, dana zakat yang diberikan kepada para mustahik (penerima zakat) adalah bersifat memberdayakan. Mengoptimalkan segala potensi yang mereka miliki, sehingga kemandirian menjadi goal akhir.

Demikian yang diungkapkan oleh Dede Mulyawan, Manager Pendayagunaan Dompet Peduli Ummat (DPU DT) Pusat dihadapan 40 mahasiswa, peserta program Beasiswa Mandiri, Ahad (25/4). Kegiatan yang berlangsung di Aula Koperasi Pesantren (Kopontren) Daarut Tauhid tersebut, merupakan rangkaian dari pemberian materi mengenai profil dan lembaga DPU.

Sebelumnya, telah disampaikan pula materi dari Manager Penghimpunan DPU DT Pusat, Agus Kurniawan mengenai stategi marketing zakat dan materi fiqih zakat oleh Syarif, Praktisi Zakat.

Memasuki pekan kedua dari program Training Bea Mandiri, para peserta program yang merupakan mahasiswa tingkat akhir di universitas se-Kota Bandung itu, mulai diperkenalkan tentang dunia perzakatan. Harapannya setelah mengikuti berbagai training, para peserta dapat menjadi duta zakat yang memberikan nilai manfaat bagi umat.

Jadi, tak hanya uang beasiswa yang mereka peroleh, ilmu dan kepedulian akan dunia perzakatan pun dapat mereka miliki!

By pondokdhuafa
Pembukaan Pelatihan Cleaning Service

Pembukaan Pelatihan Cleaning Service


 

Pembukaan Pelatihan Cleaning Service

Pembukaan Pelatihan Cleaning Service

Setelah mengikuti beragam tes, pada Selasa (20/4), sebanyak 19 peserta yang dinyatakan lolos seleksi mengikuti acara pembukaan Pelatihan Cleaning Service. Acara hasil kerjasama Dompet Peduli Ummat Daarut Tauhiid (DPU) dengan Global Solution Provider (GSP) itu, berlangsung di aula GSP Kompleks Pesantren Daarut Tauhiid Bandung.

Acara yang dihadiri langsung oleh H. Asep Hikmat, Direktur DPU DT dan HM. Iskandar, Direktur GSP itu, merupakan salah satu bentuk sinergi DPU DT dengan lembaga penyedia jasa. Kali ini kerjasama tersebut dengan GSP, lembaga penyedia jasa cleaning service, baby sitter dan security.

Selama seminggu, 19 peserta akan mendapatkan pelatihan gratis untuk menjadi cleaning service. Ada pun pada Rabu (28/4), akan diumumkan penempatan para cleaning service ke setiap mitra dari GSP. Berbekal keterampilan cleaning service dan ditambah nilai-nilai Managemen Qolbu (MQ) yang juga diberikan selama pelatihan, menjadikan lulusan ini memiliki nilai lebih. Yaitu profesional dan berakhlak islami.

By pondokdhuafa
Pertemuan Koord. Donatur di Pusdai

Pertemuan Koord. Donatur di Pusdai


Pertemuan Koord. Donatur di Pusdai

Pertemuan Koord. Donatur di Pusdai

 

Lebih dari 200 Koordinator Donatur Dompet Peduli Ummat Daarut Tauhiid (DPU DT) menyemarakkan acara yang dilaksanakan di Pusat Dakwah Islam (Pusdai) Bandung, Ahad (18/4).

Acara talkshow yang bertajuk “Memberi Bukti Bukan Janji” itu, langsung dipandu oleh H. Abdurahman Yuri (A Deda), trainer Pesantren Daarut Tauhiid dan juga merupakan adik kandung KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym). Selain itu, hadir pula peserta program baby sitter dan anggota Microfinance Syariah Berbasis Masyarakat (Misykat) yang sukses dengan usaha sulam pitanya.

Pertemuan koordinator kali ini bertepatan dengan pameran yang diselenggarakan Pusdai dan kedutaan besar Turki. Karena itu, pertemuan rutin setiap empat bulan sekali ini, tidak hanya diisi dengan talkshow, tetapi juga diwarnai dengan kunjungan ke pameran dan penampilan nasyid.

Melalui acara seperti ini, DPU DT dapat senantiasa menjaga silaturahim dengan para koordinatur donatur yang tersebar di Kota Bandung. Melalu jerih payah dan pengobanan mereka, dana dari para donatur zakat lainnya bisa tersalurkan dengan efektif, dan memandirikan para penerimanya (kaum mustad afin).

By pondokdhuafa
Seleksi Pelatihan Cleaning Service

Seleksi Pelatihan Cleaning Service


 

Seleksi Pelatihan Cleaning Service

Seleksi Pelatihan Cleaning Service

Namanya Kartika. Usianya baru 19 tahun. Dan ia adalah satu-satunya peserta perempuan yang mengikuti seleksi Pelatihan Cleaning Service Dompet Peduli Ummat Daarut Tauhiid (DPU DT), bekerjasa sama dengan Global Solution Provider (GSP), Sabtu (17/4).

Ya, keberadaannya yang ‘berbeda’ dengan 26 peserta seleksi lain, tidak menurunkan semangatnya untuk mengikuti setiap tahap seleksi. Mulai dari tes fisik, tertulis, dan wawancara, diikuti dengan antusias. Ia tidak merasa jengah harus berkompetisi di antara para kaum adam.

“Yang penting halal, apa pun kerjaannya itu,” ujarnya singkat ketika ditanya motivasi mengikuti seleksi pelatihan. Kartika juga mengatakan bahwa ia mengikuti seleksi ini atas izin dari suami. Karenanya, ia tidak terlalu bermasalah bila nanti dinyatakan lolos seleksi dan akan bekerja dalam layanan jasa cleaning service.

Ada pun bagi para peserta yang dinyatakan lolos seleksi, akan mengikuti pelatihan selama seminggu (19 s/d 26 April) di kompleks Pesantren Daarut Tauhiid Bandung. Setelah mengikuti pelatihan, peserta akan ditempatkan ke mitra pengguna jasa GSP, salah satunya di RS al-Islam Bandung.

By pondokdhuafa
Doa Bersama Ustadz Yusuf Mansur

Doa Bersama Ustadz Yusuf Mansur


Doa Bersama Ustadz Yusuf Mansur

Doa Bersama Ustadz Yusuf Mansur

Begitu banyak keutamaan menghafal al-Quran. Salah satunya adalah mendapat kebaikan, berkah, dan kenikmatan bagi penghafalnya. Berbagai ujian dalam kehidupan, akan mudah diatasi.

Sebab itu, Ustadz Yusuf Mansur mengajak jamaah untuk tetap berinteraksi dengan al-Quran. Salah satunya dengan menghafalnya. Bertempat di kompleks Sekolah Darul Quran Internasional (SDQI) Bandung, Ustadz Yusuf Mansur menggelar acara silaturahim dan doa untuk hajat hidup bersama pada Kamis (15/4) sore.

Acara yang menggugah semangat untuk menghafal al-Quran tersebut diisi langsung oleh Ustadz Yusuf Mansur, dai kondang sekaligus pimpinan SDQI. Dalam tausiahnya kali ini, Ustadz Yusuf Mansur menceritakan kisah-kisah orang yang didera kesulitan. Namun, karena orang tersebut mau menghafal al-Quran dengan istiqomah, maka kesulitannya pun teratasi. Dalam kesempatan itu, Agus al-Muhajir tampil sebagai MC.

Ratusan orang memadati lapangan yang berada di komplek SDQI. Tak hanya kaum muda, kaum tua pun ikut berbondong-bondong menggali ilmu di sana, termasuk beberapa santri karya (karyawan) Dompet Peduli Ummat DaarutTauhiid (DPU DT). Melalui acara tersebut diharapkan  jamaah dapat meningkatkan interaksi dengan al-Quran, terutama menghafalnya.

By pondokdhuafa
Training Perdana Beasiswa Mandiri

Training Perdana Beasiswa Mandiri


 

Training Perdana Beasiswa Mandiri

Training Perdana Beasiswa Mandiri

Ada yang berbeda dari program Beasiswa Mandiri Dompet Peduli Ummat Daarut Tauhiid (DPU DT). Tak sekadar mengejar rupiah, peserta beasiswa pun dituntut untuk memperkaya ruhiyah. Untuk itu, Pada Ahad (11/4), DPU DT menggelar training perdana untuk peserta Beasiswa Mandiri. Acara tersebut merupakan rangkaian kegiatan dari program beasiswa bagi mahasiswa tingkat akhir di kota Bandung.

Bertempat di gedung Daarul Ilmi kompleks Pesantren Daarut Tauhiid, 37 peserta mengikuti acara dengan antusias. Materi pertama pada training adalah ma’rifatullah, yang disampaikan oleh Ustadz Roni Abdul Fatah, tim asatidz Daarut Tauhiid. Setelah itu, peserta pun kembali menerima materi mengenai peran pemuda dalam membangun peradaban yang disampaikan oleh Asep Jaelani.

Selama mengikuti program ini, peserta akan terus dibina. Sehingga saat selesai menerima beasiswa, mereka dapat menjadi pribadi yang mandiri, dan bermanfaat bagi lingkungan di sekitarnya.

By pondokdhuafa
Rilis: Pertemuan Koordinator di Pusdai

Rilis: Pertemuan Koordinator di Pusdai


Rilis: Pertemuan Koordinator di Pusdai

Rilis: Pertemuan Koordinator di Pusdai

Dompet Peduli Ummat Daarut Tauhiid (DPU DT) kembali menyelenggarakan pertemuan koordinator donatur DPU DT pada Ahad (18/4), pukul 09.00-12.00 WIB. Bertempat di Pusdai Jabar Jalan Diponegoro, acara diikuti oleh para koordinator donatur yang selama ini telah setia menyisihkan sebagian hartanya untuk kemandirian umat.

Acara diisi talkshow dengan tema “Memberi Bukti Bukan Janji”. Acara dipandu oleh H. Abdurahman Yuri (A Deda) dan menghadirkan pula peserta baby sitter dan anggota misykat.  Selain menjalin silaturahmi antar koordinator dan DPU DT, acara juga bertujuan  untuk memberikan laporan secara langsung kepada koordinator mengenai bukti zakat yang telah mereka titipkan melalui DPU DT.

Pertemuan koordinator kali ini bertepatan dengan pameran yang diselenggarakan Pusat Dakwah Islam (Pusdai) dan kedutaan besar Turki. Oleh karena itu, pertemuan rutin tidak hanya diisi dengan  talkshow, tetapi juga diwarnai dengan kunjungan ke pameran dan penampilan nasyid.

By pondokdhuafa
RKDI: Wisata Alam ke Ciater

RKDI: Wisata Alam ke Ciater


 

RKDI: Wisata Alam ke Ciater

RKDI: Wisata Alam ke Ciater

Libur panjang (tiga hari) di awal April, dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh setiap orang. Termasuk bagi anak-anak yatim asuhan Dompet Peduli Ummat Daarut Tauhiid (DPU DT).

Melalui program Rumah Keluarga Daarul Ihya (RKDI), sebanyak 35 anak yatim menghabiskan hari libur mereka di kolam air panas Pulo Sari Ciater, Subang, pada Ahad (4/4).

Kegiatan gratis hasil kerjasama dengan manajemen Ciater (Sariater) ini, dimanfaatkan mereka dengan bercanda ria sembari berendam di air panas yang terkenal baik untuk kesehatan tersebut. Selain anak yatim RKDI, ikut juga anak yatim Daarul Muthmainnah, asuhan Ustadzah Ninih Muthmainnah (Teh Ninih), istri KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym).

By pondokdhuafa
Bantuan Kesehatan RS Tugurejo Semarang

Bantuan Kesehatan RS Tugurejo Semarang


 

Bantuan Kesehatan RS Tugurejo Semarang

Bantuan Kesehatan RS Tugurejo Semarang

Kesehatan adalah salah satu nikmat terpenting dari Allah kepada manusia. Sayangnya, manusia sering melupakan. Baru terasa ketika sakit,dan banyak biaya pun ludes. Masalahnya, penyakit tak pandang bulu, orang miskin juga bisa sakit.

Oleh karena itu, Dompet Peduli Ummat (DPU DT) Semarang membantu mereka yang sakit, terutama dari kalangan dhuafa. Melalui program santunan kesehatan, 86 pasien di Rumah Sakit (RS) Tugurejo Semarang, menerima uang untuk biaya pengobatan mereka, Sabtu (20/3).

Pada kesempatan itu, Direktur DPU-DT cabang Semarang, Hamim Masrur, langsung turun kelapangan dengan berkeliling mengunjungi pasien dan membagikan uang santunan. Terima kasih yang dalam perlu pula diucapkan kepada seluruh staf RS Tugurejo yang telah membantu terlaksananya program ini.

By pondokdhuafa
Tepat Pukul 8, Latsar Itu Dimulai

Tepat Pukul 8, Latsar Itu Dimulai


Tepat Pukul 8, Latsar Itu Dimulai

Tepat Pukul 8, Latsar Itu Dimulai

“Alhamdulillah, pembukaan bagi pelaksanaan latsar kali ini berjalan sesuai dengan jadwal. Tepat jam 8, acara dua hari kedepan, dimulai,” ujar Masitoh, Sabtu (27/3) pagi.

Ucapan lega dari penanggungjawab kegiatan Latihan Dasar (Latsar) peserta program Beasiwa Mandiri 2010 Dompet Peduli Ummat Daarut Tauhiid (DPU DT), agaknya beralasan. Selain jumlah peserta yang terbilang banyak, padatnya acara yang disusun panitia, jadi alasan akan pentingnya kedisiplinan waktu pelaksanaan.

Apalagi, pelaksanaan pada hari pertama yang full dengan acara indoor (pemberian materi dalam kelas), menuntut kejelian panitia dalam men-set acara agar tidak membosankan. Dijadwalkan, Latsar hari pertama ini akan diakhiri pada pukul 22.00 WIB.

Esoknya, yaitu pada Ahad (28/3), para pesera akan mengikuti berbagai aktifitas di luar kelas. Mulai dari kegiatan refling, game kelompok, hingga jelajah alam, yang semuanya membutuhkan stamina prima.

Sebelumnya, para peserta program ini merupakan hasil saringan dari ratusan mahasiswa yang mengajukan diri sebagai penerima beasiswa. Setelah disaring melalui beberapa tahap, akhirnya terpiih 81 orang, masing-masing dari DPU DT Pusat (Bandung) sebanyak 40 orang, DPU DT Bogor (8 orang), DPU DT Priangan Timur (10 orang), DPU DT Semarang (10), DPU DT Yogyakarta (9 orang), DPU DT Palembang (2 orang), dan DPU DT Lampung (2 orang).

By pondokdhuafa
Bantuan Korban Banjir Baleendah

Bantuan Korban Banjir Baleendah


 

Bantuan Korban Banjir Baleendah

Bantuan Korban Banjir Baleendah

Sebagai daerah ‘langganan’ banjir, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, kondisinya memang memprihatinkan. Warga yang tinggal di daerah tersebut, harus senantiasa siaga bila hujan deras mengguyur daerah mereka. Meluapnya Sungai Citarum, salah satu sungai terbesar di Jawa Barat, semakin memperparah kondisi banjir bagi warga yang berdiam di sekitar sungai tersebut.

Seperti banjir pada Kamis (18/3), mengakibatkan ribuan rumah terendam dan ratusan warga mengungsi. Hingga seminggu pasca banjir, sebagian penduduk telah kembali pulang ke rumah mereka. Namun, posko bencana di beberapa titik masih tetap didirikan. Selain berfungsi sebagai dapur umum, posko juga dijadikan tempat penampungan sementara bagi warga yang rumahnya masih belum layak huni. Apalagi, intensitas hujan yang masih tinggi membuat banjir beberapa kali terjadi.

Untuk itu, pada Jumat (26/3), Dompet Peduli Ummat Daarut Tauhiid (DPU DT) menyalurkan bantuan bagi para korban banjir di Desa Bojong Malaka, Kecamatan Baleendah. Bantuan berupa kebutuhan sembako (beras, mie instan, minyak makan) dan perlengkapan mandi itu, diterima langsung oleh perwakilan warga yang ada di posko bencana.

Pada hari yang sama, DPU DT juga menyalurkan bantuan banjir di posko Siaga Bencana (Sigab) Persis-PZU Unit Baleendah. Melalu posko siaga bencana ini, bantuan tidak hanya disalurkan di Kecamatan Baleendah, tapi juga bagi warga di Kecamatan Dayeuh Kolot dan Banjaran, karena meluasnya area banjir.

By pondokdhuafa
Rilis: Pengobatan Herbal di Gempita Sosial

Rilis: Pengobatan Herbal di Gempita Sosial


 

Rilis: Pengobatan Herbal di Gempita Sosial

Rilis: Pengobatan Herbal di Gempita Sosial

Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZ) Dompet Peduli Ummat Daarut Tauhiid (DPU DT) pada Kamis (18/3) akan mengadakan acara Gempita Sosial di Desa Celak, Kecamatan Gunung Halu, Kabupaten Bandung Barat, pukul 09.00 WIB s/d selesai. Acara berisikan layanan pengobatan gratis bagi masyarakat dhuafa yang jauh dari akses layanan kesehatan (puskesmas atau rumah sakit).

Layanan ini melibatkan tim kesehatan dari Klinik Mandiri Bandung menggunakan pengobatan herbal, meliputi 400 orang pengobatan umum dan 100 pemeriksaaan ibu hamil.

Acara Gempita Sosial merupakan kegiatan reguler dari Pusat Sosial Kemanusian (Pusosman) DPU DT. Karenanya, dihimbau bagi masyarakat yang bertempat tinggal di sekitar lokasi tersebut untuk mengoptimalkan acara Gempita Sosial DPU DT.

 

 

By pondokdhuafa
Cemas, Peserta Seleksi Pun Tak Tenang

Cemas, Peserta Seleksi Pun Tak Tenang


Cemas, Peserta Seleksi Pun Tak Tenang

Cemas, Peserta Seleksi Pun Tak Tenang

Rasa cemas menggelayuti pikiran peserta tes wawancara. Seleksi yang dilaksanakan pada Selasa (9/3) itu, dihadiri 83 peserta dari berbagai jurusan dan universitas di Kota Bandung.

Ketegangan tampak jelas di wajah para mahasiswa semester 5 hingga 8 tersebut. Sesekali mereka membuka mushaf  al-Quran untuk menenangkan pikiran. Ada juga yang saling berkenalan dan berbagi cerita, menunggu giliran diwawancarai. Tak ubahnya pasien di sebuah rumah sakit yang menunggu diperiksa dokter.

Suasana tegang memang kentara pada seleksi hari kedua program Beasiswa Mandiri Dompet Peduli Ummat Daarut Tauhiid (DPU DT). Bertempat di lokasi yang sama pada seleksi tahap pertama (tes tertulis) yaitu di gedung sentral 7 lt.3 kompleks Pesantren Daarut Tauhiid, pendaftaran wawancara mulai dibuka pada pukul 08.00 WIB. Pada pukul 08.30 WIB, seleksi tahap terakhir ini dimulai, melibatkan tujuh santri karya DPU sebagai pewawancara.

Kegelisahan dan kekhawatiran tampak di wajah peserta setelah mengikuti tes wawancara. Betapa tidak, mereka harus mengikuti rangkaian tes baca al-Quran (tahsin), wawancara visi misi hidup, dan public speaking.

“Sebelum tes deg-degan banget, soalnya gak tau apa saja yang akan diteskan. Deg-degan bertambah ketika melihat orang yang ikutan tesnya banyakan. Berarti kemungkinan besar untuk diterima sangat minim. Tapi apa pun yang terjadi, saya optimalkan kemampuan yang saya bisa. Hasilnya bagus atau tidak, saya serahkan kepada Yang Maha Kuasa saja,” ujar Ai Herlina, Mahasiswi semester 6 Jurusan Pendidikan Bahasa Daerah Universitas Pendidikan Indonesia (UPI).

Ada pun para peserta tes wawancara ini adalah mahasiswa yang aktif berorganisasi di kampus dan mempunyai prestasi akaedemik di atas rata-rata. Oleh karena itu, panitia sempat kesulitan memilih peserta yang layak diberikan beasiswa.

“Aduh, panitia pusing nih harus milih yang mana. Soalnya mereka pada bagus-bagus, dan hampir semua peserta layak diberikan beasiswa.” ujar Masitoh yang akrab disapa Teh Iit, salah seorang pewawancara dan sekaligus koordinator penerimaan program Beasiswa Mandiri DPU DT.

Siswa RA Adzkia Kids Kunjungi Museum Lampung

Siswa RA Adzkia Kids Kunjungi Museum Lampung


”Kita berharap dengan kunjungan ke museum ini dapat memberikan ilmu baru buat mereka,” ujar Melisa Yunita, Kepala Sekolah Raudhatul Athfal (RA) Adzkia Kids Dompet Peduli Ummat Daarut Tauhiid (DPU DT) Lampung.

”Sehingga para siswa dapat memahami bahwa belajar itu tidak hanya di dalam ruangan atau membaca buku, tapi bisa dari berbagai hal, salah satunya berkunjung ke museum,” lanjutnya.

Demikian penuturan Melisa pada Rabu (4/3), ketika ditemui sedang menemani 31 siswa RA Adzkia Kids binaan DPU DT Lampung. Program yang bergerak di bidang pendidikan bagi anak-anak usia taman kanak-kanak (TK) tersebut, memang memiliki kegiatan ekstra kurikuler seperti ini. Yaitu mengunjungi tempat-tempat bersejarah atau yang bernuansa pendidikan.

Selama tiga jam, Melisa dibantu beberapa pengajar RA Adzk

Siswa RA Adzkia Kids Kunjungi Museum Lampung

Siswa RA Adzkia Kids Kunjungi Museum Lampung

ia Kids memperkenalkan kepada para siswa akan peninggalan-peninggalan bersejarah di provinsi Lampung. Mereka belajar mengenal kebudayaan asli Lampung, mulai dari zaman prasejarah hingga sekarang. Selain itu, para siswa juga belajar berbagai hal lainnya, seperti pakaian adat pernikahan masyarakat Lampung, rumah tradisional, perlengkapan bertani, berburu serta alat transportasi tradisional.

Layaknya anak-anak, keinginan mereka untuk selalu bermain tak boleh dilupakan. Karenanya, kegiatan tidak hanya berisi aktifitas berkeliling museum, tapi mereka juga diajak bermain sambil belajar di pelataran halaman museum. Lengkaplah sudah kegembiraan mereka karena dapat bermain sambil belajar!

Pengajian Wilayah di Kompleks Green Melong

Pengajian Wilayah di Kompleks Green Melong


 

Pengajian Wilayah di Kompleks Green Melong

Pengajian Wilayah di Kompleks Green Melong

Usia tak jadi halangan bagi sebagian ibu-ibu yang tinggal Kompleks Green Melong untuk menimba ilmu agama. Salah satunya melalui acara rutin Pengajian Wilayah Dompet Peduli Ummat (DPU DT), Jumat (9/4) sore.

Bertempat di Masjid Nurul Hidayah RT.05 RW.23 Desa Melong, Kecamatan Cimahi Selatan, jamaah yang merupakan donator tetap DPU DT itu mengikuti pengajian dengan hikmat. Pengajian diisi oleh Ustadz Herman, santri karya DPU DT Pusat.

Ada pun program pengajian wilayah merupakan salah satu cara menjalin silaturahmi antara donator dengan DPU DT. Tidak hanya dilaksanakan di Melong, pengajian wilayah juga rutin dilaksanakan di berbagai perusahaan atau majelis taklim lainnya.

Selain untuk mendapatkan pencerahan ilmu dan mempererat tali persaudaraan, pengajian pun digelar agar donator DPU DT tetap istiqamah berzakat, infak, sedekah. Dan juga mengajak orang lain melakukan hal yang sama, menyisihkan sebagian hartanya di jalan Allah.

Berjuta Asa Hiasi Hari Pertama Seleksi

Berjuta Asa Hiasi Hari Pertama Seleksi


 

Berjuta Asa Hiasi Hari Pertama Seleksi

Berjuta Asa Hiasi Hari Pertama Seleksi

Mendung selimuti Bandung. Walaupun demikian, ia tak jadi hambatan bagi 87 peserta seleksi Program Beasiswa Mandiri Dompet Peduli Ummat Daarut Tauhiid (DPU DT). Mereka tampak bersemangat mengikuti seleksi hari pertama yang berupa tes tertulis dan kesemaptaan (tes fisik).

Pada Senin (8/3) pagi, peserta seleksi terlihat memenuhi ruangan gedung sentral 7 lt.3 Pesantren Daarut Tauhiid. Tahap pertama, peserta akan mengikuti tes tertulis. Ada pun materi yang diujikan dalam tes tersebut adalah mata pelajaran IPA, IPS, Bahasa Inggris, Matematika, gambaran visi misi hidup, dan pengetahuan agama.

“Subhanallah, untuk soal yang terdiri atas IPA, IPS, Bahasa Inggris, Matematika, bagi ana (saya-red) terlalu sulit. Karena semenjak masuk arsitektur, 4 tahun lalu, sudah tidak ana pelajari lagi.” ujar Maman Komarudin, salah seorang peserta seleksi dari Jurusan Pendidikan Arsitektur Universitas Pendidikan Indonesia (UPI).

Lain halnya bagi Tri Fitria, Mahasiswi Jurusan Biologi UIN Sunan Gunung Djati, tes yang dilaluinya dirasa belum maksimal. Tri hanya mengikuti tes pengetahuan keagamaan karena ia datang terlambat, sepuluh menit sebelum waktu tes berakhir. Walaupun demikian, Tri tetap semangat menjawab berbagai soal tes keagamaan di menit-menit terakhir.

Ketika ditanya alasan keterlambatannya, sambil tersenyum bercampur kesal, Tri menjawab, “Saya nunggu surat keterangan dari kampus. Harusnya sih hari Jumat sudah jadi, tapi karena komputer di fakultasnya kena petir, jadi suratnya baru bisa diberikan hari Senin siang.”

Setelah shalat ashar, tes dilanjutkan ke tahap kedua yaitu kesemaptaan. Tes dilaksanakan di Stadion Universitas Pendidikan Indonesia (UPI).

Tampak miliaran butiran air bening masih membasahi stadion kebanggaan civitas UPI itu. Walaupun kondisi track becek, semangat peserta tes masih membara. Untunglah, panitia tidak kehabisan ide. Tes tetap dilaksanakan di tempat yang berbeda, yaitu di tribun penonton.

Tes kesemaptaan meliputi tes lari, push-up, dan seat-up. Tes ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan fisik dan kebugaran para peserta. “Tesnya memang gak main-main,” ujar Nurfadillah, perempuan berkacamata jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia UPI.

Wajah-wajah letih terpampang jelas menghiasi pemandangan sore itu. Senja pun menutup tes hari pertama. Esoknya, para peserta dituntut untuk kembali siap menghadapi tes wawancara.

Itulah sekelumit cerita dari peserta calon penerima beasiswa yang diperuntukkan bagi para mahasiswa tingkat akhir.

Pagelaran Musik Religi dan Penggalangan Dana

Pagelaran Musik Religi dan Penggalangan Dana


 

Pagelaran Musik Religi dan Penggalangan Dana

Pagelaran Musik Religi dan Penggalangan Dana

Ratusan orang memadati Dome Central 5, kompleks Pesantren Daarut Tauhiid, Sabtu (6/3). Mereka tampak antusias menyaksikan acara yang bertajuk Pagelaran Musik Religi dan Penggalangan Dana.

Acara yang dimulai pada pukul 19.30 WIB tersebut, digelar dengan sederhana. Walaupun demikian, tidak mengurangi esensi sebagai acara amal. Beberapa orang terlihat membawa dus-dus berisi pakaian layak pakai untuk disumbangkan. Menunjukkan semangat mereka dalam mensukseskan acara yang diselenggarakan Dompet Peduli Ummat Daarut Tauhiid (DPU DT) dan Radio MQFM.

Selain ajang hiburan bagi masyarakat, acara juga bertujuan untuk menggalang dana bagi korban bencana di Jawa Barat. Inilah hiburan yang tak sekadar having fun. Melalui acara ini, masyarakat diharapkan dapat meningkatkan keimanan, kepedulian, dan budaya saling berbagi dengan mereka yang tertimpa musibah.

Selain dimeriahkan dengan penampilan tim-tim nasyid se-Kota Bandung, acara juga diwarnai dengan tausiyah. Singkat namun penuh makna, tausiyah yang disampaikan Ustadz Darlis Fajar setelah pagelaran musik religi digelar. Tampil dengan memukau, ustadz Darlis menerangkan pentingnya tolong menolong antara sesama manusia. Selain itu, ia juga berbagi hikmah mengenai sedekah. Walau singkat, tausiyah tersebut mampu membangkitkan ghirah (semangat) para penonton yang hadir untuk bersedekah.

Tausiyah diakhiri dengan penggalangan dana. Sebanyak 10 relawan dari DPU DT diperbantukan untuk menggalang sedekah dari masyarakat. Hasilnya, dana sebesar Rp.6.120.400,-, 4 paket pakaian layak pakai, dan sebuah jam tangan, terkumpul dalam waktu tak berapa lama, 10 menit.

Insya Allah dana dan barang yang terkumpul akan disalurkan pada korban bencana di Jawa Barat melalui Program Pusat Sosial Kemanusiaan (Pusosman) DPU DT.

Memelihara perut


AKTIVITAS makan ternyata bisa menjadi jalan bagi seseorang untuk mengenal dan lebih akrab dengan Allah Azza wa jalla. Namun, bisa pula menjadi jalan baginya untuk lebih dekat kepada hawa nafsu. Bagi hamba Allah yang telah memahami hakikat makan, tatkala makanan masuk ke dalam perutnya, ia akan memperoleh dua keuntungan sekaligus. Pertama, terpenuhinya hak tubuhnya dan yang kedua sekaligus dapat melunakkan hawa nafsunya. Dengan demikian, maka baginya telah menjadi ladang amal sholeh.
Sebaliknya, bagi siapa saja yang tidak mengerti arti hidup ini, maka baginya makan tidak lebih sekedar memuaskan hawa nafsu belaka. Dengan demikian, makan, tidak bisa tidak, telah menjadi virus yang tanpa ia sadari akan menggerogoti hatinya, sehingga menjadi hancur sehancur-hancurnya. Jelas, bagi orang semacam ini, aktivitas makan hanya akan menjauhkan dirinya dari karunia Allah.
Barang siapa yang hendak dan ingin memiliki hati yang bersih dan memelihara kebeningannya, hendaknya senantiasa menjaga kehati-hatian ketika menghadapi suatu hidangan. Ia tahu persis makna perintah Allah Azza wa jalla,” Hai orang-orang beriman, makanlah diantara rezeki-rezeki yang baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar hanya kepadaNya kamu menyembahNya” (QS.Al-Baqarah:172).
Aktivitas makan itu ternyata bukanlah sekedar untuk mengenyangkan perut, yang berdampak pulihnya kembali tenaga di dalam tubuh. Makan pun bukan sekedar mengecap kenikmatan karena toh nikmatnya makan itu hanya “sepanjang telunjuk” jaraknya dari bibir. Begitu makanan lewat dari tenggorokan, maka tidak akan terasakan lagi nikmatnya. Jadi, kalau demikian, apalah artinya makan kalau hanya sebatas untuk pemenuhan kebutuhan lahir belaka? Orang-orang yang paling bodoh di dunia ini adalah orang yang telah tertipu oleh aktivitas makan. Padahal makan bagi seorang mu’min adalah amal ibadah, bukan untuk menghancurkan ibadah.
Bagi yang ingin memiliki hati yang bersih, ia baru mau menyantap suatu hidangan bila jelas-jelas meyakini kehalalannya. Sebab, satu kali makanan haram masuk ke dalam perut, empat puluh hari amal ibadahnya tidak akan diterima. Kalau menjadi daging, maka haramlah ia masuk syurga. Berdoa dengan bersimbah air mata dan di tempat ijabah sekalipun, tidak akan pernah terkabulkan. Padahal, doa adalah senjata seorang mukmin.

http://www.dpu-online.com/artikel/detail/1/166/Memelihara%20perut

By pondokdhuafa

Membangkitkan Potensi Waktu


ADALAH sebuah kerugian yang sangat besar apabila seorang hamba tidak dapat menggunakan potensi waktu yang telah diberikan Allah, dengan sangat baik dan optimal, sebagaimana firman Allah yang tertera dalam Al Qur’an surat Al Ashr 1-3.
Sehingga jelaslah bahwa waktu adalah ukuran, timbangan keuntungan dan kerugian setiap manusia. Setiap orang memiliki potensi waktu yang sama, yaitu sejumlah 24 jam atau sehari penuh, dan waktu tidak bisa direm atau dihentikan. Orang yang sukses atau orang yang gagal, ahli surga atau ahli neraka, semuanya memiliki jatah waktu sama, yang membedakannya hanyalah cara mengelola waktu tersebut.
Manusia akan beruntung bila ia pandai memanfaatkan waktu. Beberapa cirinya adalah; pertama, setiap hari bertambahlah iman dan keyakinannya kepada Allah SWT, sehingga tidak ada saat yang terlewat tanpa menuntut ilmu, karena pupuk iman adalah ilmu. Dengan demikian, ia terus memelihara dan menguatkan keimanannya. Ciri kedua, orang yang beruntung adalah orang yang setiap waktunya diisi dengan sebanyak-banyak amal shalih. Setiap detik selalu diupayakan menjadi amal kebaikan bagi sebanyak-banyak ummat, tidak ada masa yang terlewat sia-sia. Dan, ia tidak pernah risau dengan balasan atau pahala yang akan didapatkan karena, setiap perbuatan pasti akan kembali kepada pembuatnya, tidak akan pernah tertukar.
Selanjutnya, ketiga orang yang selalu menyeru kebenaran. Jika ada orang lain yang meniru perbuatan kita, niscaya kita akan menjadi contoh kebaikan, dan Insya Allah, pahala dari perbuatan orang yang meniru perbuatan baik kita akan mengalir kepada kita. Sehingga jika kita ingin menjadi orang yang beruntung, selalu upayakan diri kita laksana matahari, yang menerangi sebanyak-banyaknya hamba Allah. Syarat ke-empat, hanya orang-orang yang bersabar dalam menegakkan kebenaranlah yang akan beruntung. Tanpa kesabaran, sulit bagi kita untuk bertahan dalam berbagai cobaan yang mendera.
Jika saja kita senantiasa mentafakuri nikmat watu yang telah diberi dan berusaha selalu mengisinya dengan empat hal diatas, niscaya hanya kebahagiaan yang akan diperoleh, di dunia dan pasti terlebih diakhirat kelak, Insya Allah.
Semoga kita termasuk hamba Allah yang selalu istiqomah, tidak jenuh mengoptimalkan potensi waktu dengan berbagai amal kebaikan, dengan iman yang kokoh, tanpa sedikitpun kesia-siaan. Amiin.

http://www.dpu-online.com/artikel/detail/1/303/Membangkitkan%20Potensi%20Waktu

By pondokdhuafa

Rumus Menyikapi Penghinaan


 

Kita akan merasa tidak nyaman Ketika ada orang menghina, mencela, dan menjauhi diri kita. Hati menganggap ini adalah kejadian yang tidak enak. Sebuah musibah dan bala ketika dihina orang. Hati menjadi jengkel, kecewa dan sedih.

 

Rumusnya ketika orang lain menghina, maka segeralah menyimak penghinaan mereka. Bandingkan, apa yang dikatakan orang dengan apa yang Allah ketahui tentang kita. Maksiat mata, maksiat pikiran, maksiat mulut, maksiat yang diam-diam dan tersembunyi. Bandingkan dengan celaan yang menimpa diri kita, mana yang lebih buruk?

 

Sebetulnya penghinaan orang kepada kita jauh lebih baik dibanding keburukan kita yang sebenarnya. Kalau hati lebih sibuk memikirkan perkataan orang daripada memikirkan apa yang Allah ketahui tentang kita, maka itulah musibah yang lebih besar. Lebih buruk daripada cemoohan dan penghinaan orang-orang.

 

Cemoohan itu tidak berbahaya, yang berbahaya adalah kita tidak mengakui segala kebusukan di hadapan Allah. Kalau kita sibuk dengan cemoohan orang, kita tidak bisa bertaubat. Tapi kalau kita sibuk dengan apa yang Allah ketahui tentang kita, maka kita bisa bertaubat karena taubat adalah sumber ketenangan. Taubat juga adalah sumber jalan keluarnya masalah dan mendatangkan rejeki yang tidak disangka-sangka.

 

Jangan merasa berat dengan hinaan dan cemoohan orang karena tidak ada bahaya sama sekali. Yang bahaya itu ketika kita tidak berhasil mengetahui apa yang Allah ketahui tentang kita. Kita tidak ada apa-apanya di hadapan Allah. Orang busuk, banyak dosa, shalat tidak khusyuk, sedekah pelit, penuh maksiat, hati tidak yakin, shalat tidak pernah benar, dan banyak sekali kekurangan yang tidak diketahui orang-orang.

 

Sibuklah dengan apa yang Allah ketahui. Sibuklah dengan taubat daripada cemoohan orang. Perkataan paling jelek sekali pun tentang kita masih lebih bagus dibanding kejelekan kita yang sebenarnya. Harus diingat bahwa jangankan kita, nabi saja yang sempurna dihina. Para ulama yang saleh pun dihina. Para waliyullah juga dihina. Apalagi kita yang hina betulan.

 

Mengapa kita merasa sakit hati? Karena kita terlalu tinggi menilai diri sendiri. Merasa suci, merasa saleh, merasa mulia, dan merasa hebat. Kita tidak jujur pada diri kita dan hal itulah yang menyebabkan hati menjadi sakit. Kalau kita mau jujur, sebenarnya tidak ada apa-apanya penghinaan orang itu.

 

Kita senang dipuji sehingga hidup penuh dengan akal-akalan supaya tetap dipuji. Allah yang Maha Mengetahui segala isi hati. Ia bisa membalikkan orang yang awalnya memuji menjadi mencaci. Mengapa? Supaya kita tidak ‘jinak’ kepada orang yang memuji.

 

Allah Maha Tahu kecenderungan hati kita, jadi jika suatu saat Allah melepaskan kecenderungan tersebut, maka itu adalah karunia dari Allah. Karena itu, ingatlah: Satu, kalau kita dihina orang, carilah apa yang Allah tahu tentang kita. Kedua, kalau ada sesuatu yang diambil dari kita, ketahuilah, periksalah, jangan-jangan yang diambil itu telah menjadi illah kita. Jangan takut apa pun di dunia ini selain takut kahilangan ridha Allah. (KH. Abdullah Gymnastiar, Penasihat dan Pembina DPU Daarut Tauhiid)

http://www.dpu-online.com/artikel/detail/1/1698/Rumus%20Menyikapi%20Penghinaan

By pondokdhuafa

Mengoptimalkan Daya Ubah


MENGUBAH prilaku ternyata tidak cukup hanya dengan contoh, akan tetapi kita juga harus mau mendidik, melatih dan membina secara sistematis, berkesinambungan dan terus menerus.
Suatu waktu ada sebuah keluarga yang sangat mengesankan, dirumahnya tidak banyak barang berharga, tapi ternyata anak-anaknya bisa menyelesaikan kuliah S-1, S-2 bahkan S-3 dengannya baik, akhlaknya pun bagus. Ternyata walaupun penghasilan sang bapak lebih dari cukup untuk hidup mewah ternyata keluarga mempunyai komitmen yang luar biasa akan penambahan ilmu pengetahuan dan memberikan kesempatan kepada anak-anaknya untuk bisa belajar dan berlatih terus menerus.
Sambil mendidik dan melatih maka semestinya kita buat pula peraturan atau sistem. Karena rumah tangga yang tidak memiliki aturan main yang baik akansegera hancur berantakan. Karena rumah tangga yang tidak mempunyai komitmen untuk sebuah aturan bahkan tidak lagi tahu aturan, akan cenderung saling menyakiti, saling melukai dan saling menghancurkan.
Karenanya tegakanlah aturan yang adil, yang dibuat atskesepakatan bersama dan kesemuanya harus didukung oleh kekuatan ruhiyah, yaitu doa. Karena ternyata orang bisa berubah dengan doa.
Ingatlah bahwa doa adalah pengubah takdir, dengan doa kita ajak anak-anak juga teman-teman kita menuju arah kebaikan,bantu agar orang lain menjadi contoh. Mudah-mudahan hidup yang cuma sekali-kalinya bisa bermanfaat dengan mengubat orang lain menuju kebaikan.

http://www.dpu-online.com/artikel/detail/1/220/Mengoptimalkan%20Daya%20Ubah

By pondokdhuafa

Bersahabat di Galeria Mall Yogyakarta


 

Kepedulian dan empati terhadap mereka, anak yatim dan dhuafa haruslah senantiasa ditingkatkan. Apalagi di bulan suci ini, Ramadan. Zakat, Infak dan Sedekah (ZIS) yang dikeluarkan, pastinya akan bernilai ibadah berlipat ganda dimata Allah.

 

Untuk itu, Dompet Peduli Ummat Daarut Tauhiid (DPU DT) menyelenggarakan acara Bersahabat (Berbuka bersama Anak Yatim dan Dhuafa) di Subha Cafe Galeria Mall Yogyakarta, Rabu (25/8).

 

Bekerjasama dengan Manajemen Galeria Mall dan RBFM Yogyakarta, acara charity ini diikuti 100 orang dari Panti Asuhan al-Hikmah Cangkringan Sleman Yogyakarta. (Yudhi Widyatmoko/2010)

http://www.dpu-online.com/news/detail/1459

By pondokdhuafa

Bagi-bagi Sehat dengan Berobat Gratis


Kamis (24/11) pagi, terlihat sudah banyak warga yang mengantre. Bukan mengantre pembagian sembako tentunya, tapi untuk mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan secara cuma-cuma alias gratis yang diadakan Dompet Peduli Ummat (DPU) Daarut Tauhiid.

Kegiatan rutin yang dilakukan tiap bulan ini, merupakan bentuk kepedulian DPU Daarut tauhiid bagi masyarakat yang kurang mampu. Kegiatan dilaksanakan di balai Desa Cileles, Jatinangor, Sumedang. Sedikitnya, ada 114 orang yang mengikuti pemeriksaan dan pengobatan gratis. Pelayanan kesehatan berupa pengobatan umum, pelayanan bagi ibu hamil, dan pemberian tambahan kesehatan bagi balita dan anak-anak.

“Sangat berterima kasih atas bantuan pemeriksaan dan pengobatan yang diberikan, apalagi ini gratis. Semoga warga daerah lain juga mendapatkan bantuan serupa,” ujar Aah Wasiah (46), salah seorang warga yang mengikuti pemeriksaan dan pengobatan gratis.

Kegiatan yang bertempat di salah satu wilayah program Desa Mandiri DPU Daarut Tauhiid ini, bekerja sama dengan Tim Medis Pusat Kesehatan Terpadu (PKT) Daarut Tauhiid. (Setiadi/2011)

http://www.dpu-online.com/news/detail/1662

By pondokdhuafa

Aksi Relawan di Puncak Suroloyo


Pagi itu, Jumat (29/3), Tim Aksi Kesehatan dan Bazaar Dompet Peduli Ummat (DPU) Daarut Tauhiid berangkat menuju lokasi kegiatan di Dusun Keceme, Samigaluh, Kulon Progo. Kawasan yang sering juga disebut sebagai Puncak Suroloyo, puncak tertinggi di Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta.

Perjalanan menuju lokasi menempuh waktu dua jam dengan medan yang cukup curam dan penuh kehati-hatian, karena sering terjadi kabut tebal. Alhamdulillah, menjelang salat Jumat tim sudah sampai di lokasi dan langsung mempersiapkan semuanya. Selepas salat Jumat acara pun dibuka.

Awal acara dimulai dari pengajian warga oleh Ustaz April Purwanto selaku Kepala Cabang DPU Daarut Tauhiid Yogyakarta dan untuk anak-anak ada tim khusus yang mendampingi acara untuk mereka. Setelah pengajian, langsung dilanjutkan dengan bazaar pakaian murah, kaos kaki dan makanan bayi. Setelah itu dilanjutkan dengan pengobatan gratis bagi mereka yang sakit. Kali ini, tim dokter berasal dari akademi militer yaitu dokter Gandha dan dokter Hidayatullah.

Rangkaian acara selesai pada pukul lima sore. Tim Aksi Kesehatan terdiri dari santri karya, relawan, dan Beasiswa (Bea) Mandiri Angkatan VII. Semoga dengan acara ini bisa bermanfaat bagi semuanya. (Nurdin Syaiful Baladi/2013)

http://www.dpu-online.com/news/detail/1747

By pondokdhuafa

Pelatihan Remaja di Lereng Merapi


Pentingnya penanganan bencana alam secara berkala, tentu dipahami banyak pihak. Bencana tak cukup hanya berupa pemberian dan penyaluran bantuan. Tapi, masa depan para pengungsi pun tak boleh luput dari perhatian. Terutama membangkitkan kemandirian dari pengungsi itu sendiri. Tetapsurvive tanpa tergantung oleh orang lain.

 

Berbekal niat itu, Dompet Peduli Ummat (DPU) Daarut Tauhiid menggandeng para remaja Dusun Krenggenan, Desa Umbulharjo, Sleman. Ahad (26/12), para remaja yang sebagian besar masih berada di tenda-tenda pengungsian, mengikuti pelatihan keterampilan dan pengetahuan dalam mengelola bencana menjadi rahmat. Mengambil hikmah dan mengoptimalkan segala potensi untuk bangkit kembali.

 

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Recovery DPU Daarut Tauhiid. Jika pada minggu-minggu pertama bencana Merapi tindakan rescue lebih banyak dilakukan, pada saat ini beragam program Recovery jadi prioritas. (Nurdin Syaiful Baladi/2010)

http://www.dpu-online.com/news/detail/1506

By pondokdhuafa

Bantuan Sosial untuk Korban Puting Beliung


Akhir-akhir ini Kota Bogor yang memiliki cuaca penghujan diiringi petir dan angin kencang, telah menyebabkan bangunan rumah rusak. Bahkan di beberapa wilayah, mengakibatkan korban jiwa. Memang, semuanya itu terjadi atas kehendak Allah SWT.

 

Adalah keluarga Amin Suherman, warga Cemplang Baru, Cilendek, Bogor Barat, yang memiliki lima orang anak harus ikhlas ‘gubuk reyotnya’ disapu angin puting beliung, Jumat (16/12).

 

Dompet Peduli Ummat (DPU) Daarut Tauhiid melalui Tim Bantuan Sosial (Bansos), segera cepat tanggap. Tindakan survei lokasi pun dilakukan dengan menerjunkan tim untuk memberikan bantuan sosial berupa santunan untuk Amin Suherman sekeluarga. (Suminta/2011)

By pondokdhuafa

Bansos: Jari Merekat, Bantuan pun Mendekat


Kedermawanan sosial (filantropi) adalah kebijakan program yang selalu diusung oleh Dompet Peduli Ummat (DPU) Daarut Tauhid. Sebagai lembaga amil zakat nasional, DPU Daarut Tauhiid tak pernah henti menularkan dan mengaplikasikan sikap mulia tersebut.

 

Salah satu buktinya adalah adanya program Bantuan Sosial (Bansos) bagi masyarakat yang butuh biaya kesehatan. Pada Selasa (7/2), bekerja sama dengan Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta , DPU Daarut Tauhiid berinisitif memfasilitasi kesembuhan dari seorang bocah laki-laki berusia tiga tahun, Subkhan.

 

Sejak lahir, Subkhan yang tinggal di Kalianda, Lampung Selatan, mengalami kelainan fisik berupa seluruh jari tangan dan kaki merekat jadi satu. Satu-satunya cara mengobati adalah dengan melakukan operasi pemisahan.

 

Namun, itu tak bisa dilakukan karena biaya yang dibutuhkan sangat besar. Bisa mencapai belasan juta rupiah. Bagi kedua orang tuanya yang hanya bekerja sebgai penjual es krim keliling (ayah Subkhan), itu jelas memberatkan. Karenanya, DPU Dararut Tauhid dengan donasi zakat, infak dan sedekah (ZIS) dari para donatur, mengoptimalkan kesembuhan dari Subkhan. (Basrianto/2012)

http://www.dpu-online.com/news/detail/1699

By pondokdhuafa