21 Relawan Diterjunkan Ke Bencana Longsor Ciwidey

21 Relawan Diterjunkan Ke Bencana Longsor Ciwidey

 

21 Relawan Diterjunkan Ke Bencana Longsor Ciwidey

21 Relawan Diterjunkan Ke Bencana Longsor Ciwidey

Hari kedua pasca longsor yang melanda Ciwidey, Selasa (23/2) lalu, Dompet Peduli Ummat Daarut Tauhiid (DPU DT) mengadakan aksi tanggap darurat bencana.  Warga perbukitan Walagri, Perkebunan Teh Dewata, Desa Tenjolaya, Kecamatan Pasir Jambu, Kabupaten Bandung menjadi sasaran bantuan kemanusiaan.

Rabu (24/2), DPU DT bekerjasama dengan Duta Business School  (DBS) dan Santri Siap Guna (SSG) Daarut Tauhiid menerjunkan 21 relawan ke lokasi bencana. Bantuan logistik (makanan dan pakaian hangat) juga diberikan kepada korban yang tinggal di tenda-tenda pengungsian.

Ada pun longsor menimpa rumah warga (mess karyawan) pada pukul 08.10 WIB, ketika warga beraktivitas seperti biasanya. Kerusakan akibat longsor tidak hanya terjadi pada rumah warga. Masjid, pabrik, dan fasilitas umum lainnya menjadi sasaran terjangan longsor.

Puluhan orang ditemukan dalam keadaan meninggal dunia dan puluhan lainnya dinyatakan hilang. Selain menyebabakan kerusakan  material,  bencana tersebut juga menyebabkan trauma psikis bagi sebagian besar warga yang selamat.

Mereka memilih untuk tinggal di tenda-tenda pengungsian, dan enggan kembali menempati rumahnya. Selain karena tertimbun, warga yang rumahnya masih utuh pun takut adanya longsor susulan. Oleh karena itu, warga memilih bertahan di tenda-tenda yang didirikan di antara kebun teh yang jauh dari lokasi bencana.

Keluarga salamet alhamdulillah, ayeuna tos diamankeun di Ciwidey. Abdi nyalira di dieu bade nyuhunkeun bantosan, kanggo tuangna, nya abi standby we di diue (Alhamdulillah keluarga selamat, sekarang diamankan di Ciwidey. Saya sendiri di sini (pengungsian-red), mau minta bantuan, buat makan, makanya saya standby di sini),” ujar Cundi (45) setelah ditanyakan kabar keluarganya.

Berbeda dengan Jali (29),  ia tidak bisa menyembunyikan rona kesedihannya ketika ditanya keadaan keluarganya. “Alhamdulillah, ibu mah kapendak, tapi rama mah pupus, ditemukan kapendak kamari (Alhamdulillah ibu ketemu, kalau ayah meninggal, ditemukan kemarin),” ujarnya.

Hasil pantauan lokasi terjadinya bencana, memang merupakan daerah yang sulit ditempuh. Jarak lokasi bencana yang jauh, jalan rusak, dan minimnya kendaraan membuat bantuan dan proses evakuasi terhambat. Walau pun demikian, banyak pihak yang bersimpati mengirimkan bantuan tenaga dan logistik, termasuk DPU DT.

Kebutuhan akan makanan, pakaian dan tenda pengungsian yang layak, masih teramat dibutuhkan. Selain itu, sebagian besar warga masih belum bisa bekerja karena belum ada keputusan dari pihak perusahaan yang mempekerjakan mereka. Teriknya siang dan dinginnya malam, membuat kondisi warga di pengungsian semakin memprihatinkan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s