Berjuta Asa Hiasi Hari Pertama Seleksi

Berjuta Asa Hiasi Hari Pertama Seleksi

 

Berjuta Asa Hiasi Hari Pertama Seleksi

Berjuta Asa Hiasi Hari Pertama Seleksi

Mendung selimuti Bandung. Walaupun demikian, ia tak jadi hambatan bagi 87 peserta seleksi Program Beasiswa Mandiri Dompet Peduli Ummat Daarut Tauhiid (DPU DT). Mereka tampak bersemangat mengikuti seleksi hari pertama yang berupa tes tertulis dan kesemaptaan (tes fisik).

Pada Senin (8/3) pagi, peserta seleksi terlihat memenuhi ruangan gedung sentral 7 lt.3 Pesantren Daarut Tauhiid. Tahap pertama, peserta akan mengikuti tes tertulis. Ada pun materi yang diujikan dalam tes tersebut adalah mata pelajaran IPA, IPS, Bahasa Inggris, Matematika, gambaran visi misi hidup, dan pengetahuan agama.

“Subhanallah, untuk soal yang terdiri atas IPA, IPS, Bahasa Inggris, Matematika, bagi ana (saya-red) terlalu sulit. Karena semenjak masuk arsitektur, 4 tahun lalu, sudah tidak ana pelajari lagi.” ujar Maman Komarudin, salah seorang peserta seleksi dari Jurusan Pendidikan Arsitektur Universitas Pendidikan Indonesia (UPI).

Lain halnya bagi Tri Fitria, Mahasiswi Jurusan Biologi UIN Sunan Gunung Djati, tes yang dilaluinya dirasa belum maksimal. Tri hanya mengikuti tes pengetahuan keagamaan karena ia datang terlambat, sepuluh menit sebelum waktu tes berakhir. Walaupun demikian, Tri tetap semangat menjawab berbagai soal tes keagamaan di menit-menit terakhir.

Ketika ditanya alasan keterlambatannya, sambil tersenyum bercampur kesal, Tri menjawab, “Saya nunggu surat keterangan dari kampus. Harusnya sih hari Jumat sudah jadi, tapi karena komputer di fakultasnya kena petir, jadi suratnya baru bisa diberikan hari Senin siang.”

Setelah shalat ashar, tes dilanjutkan ke tahap kedua yaitu kesemaptaan. Tes dilaksanakan di Stadion Universitas Pendidikan Indonesia (UPI).

Tampak miliaran butiran air bening masih membasahi stadion kebanggaan civitas UPI itu. Walaupun kondisi track becek, semangat peserta tes masih membara. Untunglah, panitia tidak kehabisan ide. Tes tetap dilaksanakan di tempat yang berbeda, yaitu di tribun penonton.

Tes kesemaptaan meliputi tes lari, push-up, dan seat-up. Tes ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan fisik dan kebugaran para peserta. “Tesnya memang gak main-main,” ujar Nurfadillah, perempuan berkacamata jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia UPI.

Wajah-wajah letih terpampang jelas menghiasi pemandangan sore itu. Senja pun menutup tes hari pertama. Esoknya, para peserta dituntut untuk kembali siap menghadapi tes wawancara.

Itulah sekelumit cerita dari peserta calon penerima beasiswa yang diperuntukkan bagi para mahasiswa tingkat akhir.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s