Ara, Laki-laki Korban Tabrak Lari

 

Ara, Laki-laki Korban Tabrak Lari

Ara, Laki-laki Korban Tabrak Lari

Malang benar nasib laki-laki itu. Ara namanya. Tulang iga dan bahu Ara patah setelah mobil bak terbuka menghantam tubuhnya.

Masyarakat menemukan tubuh Ara sudah tak berdaya dan penuh luka di pinggir jalan. Tak ada yang tahu siapa pelakunya. Suasana lengang, waktu saat itu menunjukkan pukul delapan malam.

Senin (11/10), Ara (54) baru saja menyelesaikan zikir salat magribnya. Ara memang dikenal rajin salat berjamaah di masjid. Setelah selesai, Ara bermaksud menemui saudaranya yang tak jauh dari masjid. Ara mengunjungi saudaranya menggunakan motor pinjaman. Namun nahas, belum sempat menemui saudaranya, Ara dihantam mobil saat menyeberang jalan. Ia jadi korban tabrak lari.

Warga yang menemukan Ara langsung membawanya ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Luka parah yang dideritanya membuat Ara tidak sadarkan diri. Ara sempat kritis dan tidak sadarkan diri selama dirawat.

Tujuh hari menjalani perawatan di RSHS, Ara ingin pulang. Bukan karena sembuh atau sudah kuat, Ara hanya tidak ingin memberatkan keluarganya. Ya, ia tak ingin lama-lama di rumah sakit. Ara hanya seorang pekerja serabutan. Tentu berat baginya menanggung biaya rumah sakit yang semakin hari semakin membengkak. Walaupun sudah dibantu Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas).

Senin (18/10), Ara dan keluarga memutuskan untuk pulang. Dana pulang masih menjadi bahan pertimbangan. Biaya sewa ambulance rumah sakit cukup mahal. Sementara, Ara sekeluarga tidak mempunyai biaya sewa. Jangankan sewa ambulance, untuk membayar sisa biaya selama perawatan pun, Ara sekeluarga masih kesulitan.

Izin dari Allah, Ara akhirnya dapat pulang ke rumahnya, Kampung Palasari RT 11 RW 04 Desa Tanjungwangi, Kecamatan Cijambe, Kabupaten Subang. Bantuan datang setelah beberapa saat keluarga menghubungi Dompet Peduli Ummat Daarut Tauhiid (DPU DT).

Ara diantar menggunakan mobil layanan kesehatan gratis DPU DT. Diharapkan setelah kembali dari rumah sakit, Ara dapat pulih kembali. Tak hanya itu, sisa biaya perawatan di rumah sakit juga dibantu oleh DPU DT. (Astri Rahmayanti/2010)

By pondokdhuafa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s