Lagi, Kepanikan Landa Pengungsi Merapi

 

Lagi, Kepanikan Landa Pengungsi Merapi

Lagi, Kepanikan Landa Pengungsi Merapi

Darsih (40) tak bisa membendung air matanya. Tangis perempuan paruh baya itu pecah ketika warga berusaha menenangkannya. Walaupun didampingi putri tercinta, Darsih masih belum tenang sebelum melihat suaminya selamat. Tangis anaknya pun menyusul saat Darsih dibawa kembali ke barak pengungsian.

 

Jumat (29/10), pukul 6.25 WIB, Gunung Merapi kembali menyemburkan awan panas berkekuatan besar. Kejadian ini membuat pengungsi yang berada di Desa Umbulharjo, Cangkringan, Sleman panik. Tak hanya Darsih, warga lain pun tampak tak bisa menahan air mata dan kecemasan. Mereka dilanda kekhawatiran anggota keluarganya menjadi korban.

 

Sampai saat ini, status Gunung Merapi masih awas. Banyak warga yang bertahan di barak pengungsian. Walaupun demikian, tak sedikit juga yang kembali ke rumahnya masing-masing. Mereka kembali ke rumah untuk sekadar melihat dan membersihkan rumah, serta memberi makan hewan ternak.

 

Beberapa saat setelah letusan, Dompet Peduli Ummat Daarut Tauhiid (DPU DT) segera membantu evakuasi warga yang masih berada di zona bahaya. Evakuasi menggunakan mobil layanan kesehatan gratis DPU Pusat (Bandung) dan Priangan Timur (Tasikmalaya). Tak hanya dari DPU DT Pusat, tim evakusi juga melibatkan relawan dari DPU DT Yogyakarta, Priangan Timur, dan Semarang.

 

Adapun untuk donasi bantuan Merapi, dapat disalurkan ke rekening Infaq Shadaqah Khusus di 009.2553.741 (BNI Syariah) / 777.033315 .1 (BCA). Donasi berupa uang atau barang juga dapat disalurkan langsung ke kantor DPU DT Pusat (Bandung) maupun cabang (Jakarta, Bogor, Tasikmalaya, Yogyakarta, Semarang, Palembang, dan Lampung). (Astri Rahmayanti/2010)

Darsih (40) tak bisa membendung air matanya. Tangis perempuan paruh baya itu pecah ketika warga berusaha menenangkannya. Walaupun didampingi putri tercinta, Darsih masih belum tenang sebelum melihat suaminya selamat. Tangis anaknya pun menyusul saat Darsih dibawa kembali ke barak pengungsian.

 

Jumat (29/10), pukul 6.25 WIB, Gunung Merapi kembali menyemburkan awan panas berkekuatan besar. Kejadian ini membuat pengungsi yang berada di Desa Umbulharjo, Cangkringan, Sleman panik. Tak hanya Darsih, warga lain pun tampak tak bisa menahan air mata dan kecemasan. Mereka dilanda kekhawatiran anggota keluarganya menjadi korban.

 

Sampai saat ini, status Gunung Merapi masih awas. Banyak warga yang bertahan di barak pengungsian. Walaupun demikian, tak sedikit juga yang kembali ke rumahnya masing-masing. Mereka kembali ke rumah untuk sekadar melihat dan membersihkan rumah, serta memberi makan hewan ternak.

 

Beberapa saat setelah letusan, Dompet Peduli Ummat Daarut Tauhiid (DPU DT) segera membantu evakuasi warga yang masih berada di zona bahaya. Evakuasi menggunakan mobil layanan kesehatan gratis DPU Pusat (Bandung) dan Priangan Timur (Tasikmalaya). Tak hanya dari DPU DT Pusat, tim evakusi juga melibatkan relawan dari DPU DT Yogyakarta, Priangan Timur, dan Semarang.

 

Adapun untuk donasi bantuan Merapi, dapat disalurkan ke rekening Infaq Shadaqah Khusus di 009.2553.741 (BNI Syariah) / 777.033315 .1 (BCA). Donasi berupa uang atau barang juga dapat disalurkan langsung ke kantor DPU DT Pusat (Bandung) maupun cabang (Jakarta, Bogor, Tasikmalaya, Yogyakarta, Semarang, Palembang, dan Lampung). (Astri Rahmayanti/2010)

By pondokdhuafa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s