AIS: Buka Wawasan, Kunjungi Perpus UI

 

AIS: Buka Wawasan, Kunjungi Perpus UI

AIS: Buka Wawasan, Kunjungi Perpus UI

Belajar dan menimba ilmu bisa dari mana saja. Bahkan mendatangi dan mencari tahu langsung ‘sumber ilmu’ tersebut. Seperti yang dilakukan para pelajar Adzkia Islamic School (AIS). Sekolah yang berada di bawah naungan Dompet Peduli Ummat Daarut Tauhiid  ini, Sabtu (24/12), enam orang perwakilan pelajar dari SMP dan SMA mengunjungi perpustakaan baru Universitas Indonesia (UI) di Depok, Jawa Barat. Dibimbing oleh Dede Darmawan selaku guru di AIS, mereka: Arum, Ane, Oby, Titin, Hasan dan Oniel belajar banyak dari gedung dengan delapan lantai itu.

 

“Selain karena sama-sama berbentuk badan pendidikan dan mudah dijangkau dari AIS, tujuan kami memilih UI karena suasananya nyaman dengan konsep go green-nya. Apalagi standarnya sudah internasional. Kami ingin mencari tahu tentang manajemen, pengelolaan, fasilitas dari perpustakaan ini,” ujar Dede Darmawan yang akrab disapa Darma.

 

Selama berada di sana, keenam pelajar AIS berbagi tugas sebagai wartawan, editor, notulensi diskusi dan sharing pengalaman. Banyak hal unik yang mereka lihat, di antaranya naskah kuno yang terbuat dari lontar dengan bahasa Sansekerta/Jawa Kuno, yang hanya satu petugas bisa membacanya. Selain itu, ada kitab Bible berhuruf Gothic yang hanya ada dua di dunia dan salah satunya di perpustakaan ini.

 

“Sayangnya kami tidak bisa melihat dan mendokumentasikan Bible karena kunjungan bertepatan di hari libur dan petugas yang menjaga sedang tidak bekerja,” lanjut Darma yang mengajar pelajaran Sosiologi dan Geografi di AIS.

 

Motivasi Kuliah di UI
Dua laki-laki dan empat perempuan dari AIS ini tidak hanya belajar tentang pengelolaan perpustakaan yang memiliki 1,2 juta koleksi buku tersebut, tapi juga belajar desain interior. Darma menjelaskan, di salah satu dinding ruangan perpustakaan, ada banyak kata ‘baca’ yang berasal dari berbagai bahasa di seluruh dunia.

 

“Mereka juga punya desain painting sendiri, piket bulanan dan berbagai fasilitas yang memanjakan mahasiswanya. Seperti ada ruang kubikus yang terdiri dari 100 kamar untuk mahasiswa tingkat doktoral yang sedang mengerjakan desertasi, bisa ‘tinggal’ selama satu semester,” kata Darma.

 

Semua skripsi, tesis atau desertasi mahasiswanya juga bebas didownload. “Sebab menurut pihak UI, ilmu seperti itu tidak hanya untuk dimiliki sendiri, tapi harus disebarkan,” tambah Darma.

 

Intinya, banyak sekali ilmu dan pengetahuan yang didapat pelajarAIS dari Library Visit ini. Darma menuturkan bahwa lewat kunjungan ini, mereka (pelajar AIS) pasti bisa merasakan langsung suasana kuliah, sehingga bisa menimbulkan motivasi mereka untuk melanjutkan kuliah setelah lulus, khususnya bisa masuk UI. (Yasir/2011)

By pondokdhuafa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s