Disiplin Seorang Penghafal al-Quran

Diriwayatkan dari Abu Hurairah mengenai penghargaan Rasulullah saw kepada para penghafal Al Quran, “Telah mengutus Rasulullah sebuah delegasi yang banyak jumlahnya, kemudian Rasul mengetes hafalan mereka, kemudian satu per satu disuruh membaca apa yang sudah dihafal, maka sampailah pada Shahabi yang paling muda usianya, beliau bertanya, ‘Surah apa yang kau hafal? Ia menjawab, ‘Aku hafal surah ini, surah ini, dan surah al-Baqarah.’ ‘Benarkah kamu hafal surah al-Baqarah?’ tanya Nabi lagi. Shahabi menjawab, ‘Benar.’ Nabi bersabda, ‘Berangkatlah kamu dan kamulah pemimpin delegasi.” (HR. at-Turmudzi dan an-Nasa’i).

Itulah salah satu penghargaan dari Islam bahwa seorang penghafal al-Quran berarti seakan-akan ia sudah memiliki ‘sertifikat’ menjadi seorang pemimpin. Leadership atau kepemimpinan sangat erat kaitannya dengan satu sistem penting seseorang bagaimana ia menjadi seorang hafidz, yaitu dengan disiplin. Yang mana dengan amalan disiplin, seseorang bisa menyelesaikan hafalannya dengan target tertentu. Lalu apa jadinya jika ia lalai tidak mengamalkan disiplin menghafal, tentu entah kapan target hafalannya bisa diraih.

Pelajaran dari nilai-nilai kedisiplinan seorang penghafal menjadi fondasi penting bagi terbangunnya kepemimpinan. Maka di dalam sebuah organisasi atau di mana pun adalah suatu hal yang penting dicanangkan upaya menghapal al-Quran ini. Di samping untuk mendapat keridhaan Allah dan berbagai keutamaan lainnya, yang juga tidak kalah penting adalah seperti telah dikemukakan, yakni membangun budaya kedisiplinan.

Maka, bukan suatu kebetulan jika KH. Abdullah Gymnastiar sebelum mencanangkan program hafalan nasional ini, mendakwahkan tema Karakter Baik dan Kuat (Baku). Salah satu nilai inti di dalamnya adalah karakter disiplin. Maka tema berikut sebagai turunannya yakni dengan amalan menghafal al-Quran.

Momentum tepat untuk itu adalah dengan terselenggaranya acara wisuda santri Program Tahfidz al-Quran Pesantren Daarut Tauhiid, 26 November lalu. Program hasil kerja sama antara DPU Daarut Tauhiid, DKM DT, dan Program Santri Tahfidz ini telah mewisuda sebanyak 6 orang santri hapal 30 juz. Dengan waktu hafalan tercepat selama 2 tahun 2 bulan. Sedangkan pada periode target wisuda Februari mendatang, direncanakan akan diwisuda seluruh program santri Pesantren Daarut Tauhiid hafal Juz 30. Hafal Juz 30 terlebih dahulu dilakukan sebagai pendekatan mudah untuk bisa memiliki hafalan yang lebih banyak.

DPU Daarut Tauhiid sebagai Lembaga Amil Zakat Nasional memiliki peran dan fungsi yang penting dalam mendukung program hafalan ini. Yang mana DPU Daarut Tauhiid pun turut mendukung misi Pesantren Daarut Tauhiid yang berupaya melahirkan generasi ahli zikir, ahli pikir, dan ahli ikhtiar. Dengan menjadi penghafal al-Quran, berarti sudah masuk sebagai salah satu indikator generasi ahli zikir, karena sebaik-baik zikir adalah dengan tilawah al-Quran.

Nah, bagi pembaca yang belum memiliki kesempatan bersama-sama ikut dalam program hafalan Quran ini, DPU Daarut Tauhiid telah menyiapkan jalan bagi lahirnya para ‘penjaga’ al-Quran. Sebanyak 60 calon hafidz saat ini sedang digembleng untuk menjadi hafidz dengan kondisi dan situasi yang unik dibanding dengan mereka yang mondok di pesantren-pesantren desa yang masih jauh dari hiruk pikuknya kota. Di Daarut Tauhiid yang sarat dengan hiruk pikuk kota dan kegiatan pesantren, mereka juga harus terlibat dalam berbagai kegiatan kepesantrenan. Dengan demikian, baik dana, pemikiran, maupun dukungan lainnya, DPU Daarut Tauhiid siap menjalin kepedulian pembaca dalam terwujudnya genarasi ahli zikir – ahli disiplin ini. Insya Allah.

(H. Asep Hikmat, Direktur DPU Daarut Tauhiid)

http://www.dpu-online.com/artikel/detail/2/1864/disiplin-seorang-penghafal-al-quran

By pondokdhuafa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s