Hati yang Damai

“Wahai jiwa yang tenang! Kembalilah kepada Rabb-mu dengan hati yang ridho dan diridhoi-Nya. Maka masuklah ke dalam golongan hamba-hamba-Ku, dan masuklah ke dalam surga-Ku” (Qs.Al-Fajr : 27-30).

Seseorang yang sering beribadah kepada Allah secara terus-menerus dan menjauhi segala yang dilarang-Nya, pasti melahirkan hati yang damai (qolbun salim). Yakni hati yang senantiasa merasa dekat dengan Allah dan penuh rasa syukur serta bersabar ketika musibah datang.

Namun mengapa rasa risau masih ada, meskipun kita telah memperbanyak ibadah pada Allah? Mengapa ketenangan yang didambakan tidak juga hadir menghiasi malam-malam saat kita bermunajat kepada-Nya? Ibadah-ibadah yang kita lakukan menjadi hambar, dan rasa galau tetap tidak mau hilang.

Saudaraku, kita hendaknya memahami hakikat dari ibadah. Inti dari ibadah, bukan pada banyaknya shalat, puasa atau shodaqoh yang kita lakukan.Tapi, lebih kepada bagaimana setiap amal ibadah yang dilakukan, semuanya kita tujukan pada Allah. Yakni kepada Rabb yang telah memberikan kelapangan rezeki dan keberkahan usia, sehingga dapat menikmati segala keindahan di dunia ini.

Ingatlah bahwa bukan tubuh yang mengiringi hati, tapi hati lah yang mengiringi tubuh. Beribadah tanpa menghadirkan hati yang ikhlas mengharap keridhoan dari-Nya, hanya akan melahirkan formalitas tanpa isi.

Apa lagi bila ibadah tersebut dikotori penyakit-penyakit hati. Riya, sombong, takabur dan berbagai jenis penyakit hati lainnya, hanya akan membuat nilai ibadah yang kita lakukan menjadi tidak berarti di hadapan Allah.

Allah tidak melihat banyaknya amal yang kita lakukan. Tapi melihat bagaimana amal tersebut diniatkan, yaitu hanya mengharap ridho-Nya, bukan pada yang lain.

Insya Allah, jika kita telah membersihkan hati kita dari segala bentuk kemusyrikan, dengan cinta-Nya, akan hadir hati yang ridho dan diridhoi-Nya. Hati yang hanya mengharap cinta dari-Nya, yaitu ketika jiwa yang tenang (nafs muthmainnah) bersemayam di dalamnya.

Jadi, bila ibadah yang dilakukan tidak juga mampu mengantarkan kita memiliki hati yang damai, tanyalah pada hati: untuk siapa ia memberikan hatinya? Wallahu a’lam bi shawab. 

http://www.dpu-online.com/artikel/detail/1/1431/Hati%20yang%20Damai

By pondokdhuafa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s