Nanat F. Natsir: Musnahnya Peradaban karena Hancurnya Moral!

Awalnya, tim redaksi Majalah Swadaya bermaksud untuk bertemu dan bercakap langsung dengan Staf Ahli Menteri Agama, Prof. Dr. Nanat Fatah Natsir di tempat kerjanya. Janji wawancara pun telah disepakati, Senin (25/3) pagi. Namun, pertemuan batal terjadi karena mantan Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung dan Presidium ICMI tersebut, menerima agenda kerja mendadak dari pemerintah, yang membuatnya tidak bisa ditemui.

Alhamdulillah memanfaatkan fasilitas e-mail, memungkinkan Prof. Dr. Nanat Fatah Natsir berbagi pandangannya mengenai ‘pendidikan karakter’. Suatu wacana yang kini sedang kencang digaungkan oleh pemerintah menyusul upaya perubahan kurikulum pendidikan 2013. Berikut cuplikan hasil wawancaranya:

Tanggapan mengenai perubahan kurikulum 2013, apakah setuju atau tidak?
Setuju dengan adanya perubahan kurikulum 2013 yang diprakarsai oleh Kemendikbud. Alasannya bahwa kurikulum yang ada sekarang ini belum sepenuhnya menekankan pendidikan karakter sehingga muncul fenomena negatif dalam masyarakat kita. Misalnya, perkelahian pelajar, narkoba, korupsi, dan lain-lain. Disamping itu, kurikulum pendidikan harus selalu berubah dan berkembang sesuai dengan perubahan yang berkembang dalam masyakarat.

Kondisi kurikulum saat ini, tampaknya kurang relevan antara proses belajar mengajar dengan kompetensi yang dibutuhkan oleh masyarakat sehingga menghasilkan keterampilan yang tidak sesuai dengan kebutuhan. Selain itu, tantangan ke depan adalah terjadinya perubahan dunia yang begitu cepat dalam berbagai sektor kehidupan, terjadinya globalisasi, kemajuan teknologi informasi, konvergensi ilmu dan teknologi, ekonomi berbasis ilmu pengetahuan merupakan persoalan yang harus menjadi pertimbangan dalam penyusunan kurikulum pendidikan kita. Kalau tidak segera merubah kurikulum yang disesuaikan dengan perubahan yang terjadi dalam masyarakat, maka kualitas SDM kita akan ketinggalan.

Apa yang dimaksud dengan pendidikan karakter?
Pendidikan karakter adalah upaya sadar dan terencana yang dilakukan untuk menanamkan nilai-nilai kepada anak didik. Misalnya, reigius, jujur, disiplin, toleransi, kerja keras, kreatif, mandiri. Upaya tersebut dalam jangka panjang dapat merubah karakter anak didik baik dalam sikap, pengetahuan maupun keterampilan sesuai dengan yang diharapkan.

Apa urgensi dari pendidikan berbasis karakter yang menjadi sebab adanya perubahan kurikulum?

Kondisi bangsa saat ini yaitu terjadi korupsi di mana-mana, perilaku sadis, perampokan, konflik sosial, perkelahian pelajar, narkoba dikarenakan salah satu faktornya dari suatu sistim pendidikan yang tidak tepat sehingga melahirkan SDM seperti tersebut. Oleh karena itu, kunci merubah kualitas pendidikan antara lain mengembangkan kurikulum berbasis karakter agar melahirkan orang yang berkarakter, cerdas dan berdaya saing.

Apakah pendidikan karakter dapat efektif menjawab tantangan dunia di masa sekarang?
Menurut hemat saya pendidikan berbasis karakter sangat efektif dalam menjawab tantangan di masa sekarang, sebab tantangan dunia yang dihadapi hari ini yang sangat membahayakan kehidupan manusia adalah masalah moral. Musnahnya peradaban besar di dunia bukan karena lemahnya pengusaan ilmu pengetahuan dan teknologi semata, tetapi disebabkan karena hancurnya moral suatu peradaban. Namun, efektif tidaknya pendidikan karakter ini tergantung dalam implementasi di lapangan.

Apakah pendidikan karakter yang telah dilakukan oleh orangtua dan masyarakat belum optimal?
Menurut hemat saya untuk membina karakter anak didik kita perlu adanya sinergi antara sekolah, orangtua dan masyarakat. Tampaknya, kondisi saat ini terjadi kesenjangan antara pendidikan karakter yang dilaksanakan di sekolah dengan orangtua dan masyarakat sehingga anak akhirnya menjadi bingung. Misalnya guru menerangkan tentang sikap jujur yang harus menjadi karakter anak, tapi di luar kelas anak melihat dengan mata sendiri ternyata yang tidak jujur itu adalah para pemimpin yang seharusnya menjadi teladan. Pada saat itulah anak menjadi bingung terhadap keharusan yang disampaikan oleh guru di kelas dengan kenyataan di masyarakat dan dipertontonkan setiap saat. Pelakunya adalah para tokoh yang seharusnya menjadi teladan.

Contoh pendidikan karakter yang sehari-hari bisa dilakukan oleh orangtua dan masyarakat?
Pendidikan karakter yang dilakukan orangtua kepada anaknya, misalnya memberi keteladanan untuk tidak berdusta sekecil apa pun, kerja keras, disiplin. Begitu juga yang dilakukan masyarakat, misalnya pemimpin harus bisa memberi keteladanan kepada rakyat untuk tidak korupsi dan selalu bekerja keras.

Bagaimana keterkaitan ajaran Islam terhadap penanaman pendidikan karakter pada anak?
Islam telah mengajarkan anak untuk disiplin, misalnya Rasulullah bersabda, “Perintahkan anak-anak kalian untuk melakukan salat saat usia mereka tujuh tahun, dan pukullah mereka saat usia sepuluh tahun, dan pisahkan tempat tidur mereka.”

Apakah contoh yang dilakukan Rasulullah berkaitan dengan pendidikan karakter yang bisa kita teladani?
Rasulullah selalu memberikan contoh atau keteladanan dalam pendidikan karakter tidak hanya sekedar ceramah tetapi beliau contohkan dalam kehidupan sehari-hari, misalnya tentang sikap jujur yang harus dilakukan oleh seorang muslim. Dengan sikap jujur yang istiqamah dilakukan kepada siapa pun sehingga beliau mendapat gelar al-Amin.

http://www.dpu-online.com/artikel/detail/10/1875/nanat-f-natsir-musnahnya-peradaban-karena-hancurnya-moral

By pondokdhuafa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s