Rahasia Ceria Ala Ai Aisyah

Kalau kita bertanya, apa manfaat dari silaturahim? Jawabnya pastilah memperpanjang rezeki. Rezeki dari Allah pun, walau harus dikeruk hingga ke perut bumi, tak akan pernah habis. Seperti rezeki yang satu ini, bertemu sosok wanita paruh baya yang berjiwa muda, aktif, dan inspiratif.

 

Berbekal bismillah, Swadaya ‘mengubek’ terminal Soreang demi menemukan Ai Aisyah. Pasalnya, di usianya yang senja, beliau masih aktif mengikuti kegiatan kesana-kemari. Lega rasanya, saat menemukan beliau menyambut dengan senyum ramah di kediamannya, Jalan Pesantren Timur No. 31 Rt 04 RW 03, Soreang, Kabupaten Bandung.

 

“Untung saja, tadinya kalau sampai jam dua belum datang, ibu mau pergi ngaji,” ujar beliau. Usianya sudah 64 tahun, namun masih aktif di 5 majelis taklim dan 2 komunitas senam. selain itu, beliau juga merupakan salah satu koordinator donatur Dompet Peduli Ummat (DPU) Daarut Tauhiid.

 

“Awalnya, saya ‘diculik’ tetangga untuk ikut ‘itikaf di Daarut Tauhiid. Alhamdulillah, sekarang saya jadi koordinator sudah 10 tahun. Banyak pengalaman dan wawasan yang didapat, jadi banyak kenalan juga. Karena sudah lama, jadi berat rasanya kalau tugas ini ditinggalkan,” tuturnya.

 

Selain mengumpulkan donasi, beliau juga merasa berkewajiban untuk meyakinkan dan mengingatkan para donator agar senantiasa membersihkan hartanya. “Zakat, infak, sedekahkan peraturan dari Allah. Ibu mah cuma mengingatkan. Kalau ngasih ya alhamdulillah, kalau ngga ya teu nanaon. Meskipun sedikit, itu untuk mereka sendiri,” ungkapnya. Sosok bersahaja Ai, dengan keikhlasan dan keteguhannya, menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk tetap dekat dengan Allah.

 

Banyak Anak, Banyak Rejeki

Semula Ai berprofesi sebagai pedagang kain di pasar bersama suaminya, untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Karena kendala modal dan usia, beliau menghentikan usahanya 5 tahun lalu. Saat ini aktivitas Ai berpindah dari satu pengajian ke pengajian lain setiap harinya. Beliau mengelola sebanyak 5 majelis taklim, yang menjadi lahan baginya untuk memperluas jaringan donatur.

 

Uniknya, meski usianya sudah lanjut, ia menikmati aktivitasnya dengan senang hati dan tak terkendala. Tanpa kendaraan pribadi, tanpa antar jemput, tanpa kawalan. Semua dijalani seorang diri tanpa mengeluh. Soal biaya hidup, Ai hampir tak menanggung apa-apa lagi.

 

“Itulah rejekinya banyak anak,” kata ibu yang ternyata memiliki 10 anak dan sudah mendapat 23 cucu, sampil tertawa lebar. Tuturnya juga, selain tunjangan hidup dari anak-anaknya, rejeki yang paling berharga adalah doa anak-anaknya yang saleh. Semakin banyak anak, ketika dididik dengan baik dan benar, semakin besar aset doa untuk menyelamatkannya di akhirat kelak. Itulah rejeki yang tak ada tandingannya. Beliau juga bersyukur atas semua yang Allah berikan sehingga terasa ringan langkahnya untuk terus beramal saleh dan mempersembahkan tenaga di jalan-Nya.

 

Rahasia Ceria

Saat bertutur, hampir tak pernah ada keluhan. Setiap terjadi hal yang buruk, beliau selalu mengambil hikmahnya. Seperti kejadian saat tangan kanannya terkena musibah kesetrum listrik bertahun-tahun silam. Musibah ini mengakibatkan saraf-saraf tangan kanannya terganggu. Sekali pun begitu, di matanya tak ada ‘keberatan’. Tutur katanya ringan dan bersahabat. Selain inspiratif, aktif dan tangguh, beliau juga berjiwa muda. Kadang spontan keluar candaan dan celetukan-celetukan gaul khas anak muda.

 

“Rajin olahraga, biar selalu sehat. Terus rajin ikut pengajian juga, makanya selalu ceria,” masih dengan gaya tutur khas anak muda. “Ibarat tumbuhan, hamanya itu ulat, dibasmi dengan pestisida. Kalau hati manusia, hamanya itu penyakit hati, obatnya itu mengaji. Semakin banyak mengaji, semakin bersih hati, semakin jernih memandang makna kehidupan,” lanjut Ai berpesan. Itulah rahasia ceria ala Ai Aisyah. (Hafshah Nurul Afifah)

http://www.dpu-online.com/artikel/detail/10/1803/Rahasia%20Ceria%20Ala%20Ai%20Aisyah

By pondokdhuafa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s