Mendidik Istri

ADA kalanya seorang suami merasa kesulitan dalam mendidik istrinya agar lebih baik, namun hal itu tidak harus menjadikannya bersikap kasar kepada istrinya. Semestinya, seorang suami berusaha keras agar mampu bersikap baik, lembut kepada istrinya.
Bukankah Rasulullah SAW telah bersabda bahwa sebaik-baik diantara kamu adalah orang yang paling baik terhadap istrinya. Jelas sekali, Islam mengajarkan kelembutan kepada ummatnya, sehingga kekerasan, merupakan alternatif terakhir, terburuk, jika tidak ada lagi jalan keluar yang lebih baik. Tetapi, sesungguhnya jika saja kita mau bersabar, boleh jadi apa-apa yang kita anggap buruk, sebenarnya merupakan kebaikan yang banyak dari Allah, sebagaimana yang tertera dalam al-Qur’an surat an-Nisa ayat 19.
Pun, jika kita bercermin pada kehidupan rumahtangga Rasulullah saw, kita tidak mendapati beliau sebagai seorang yang kasar, namun sebagai seorang suami yang lemah lembut kepada istrinya. Walaupun beliau marah karena sesuatu sebab, tetapi beliau tidak pernah mengeluarkannya dalam bentuk kata-kata yang menyakiti hati orang lain, justru dengan mendiamkannya saja. Dan, sebetulnya hal itu pun merupakan suatu bentuk pendidikan kepada istrinya. Dengan kelembutannya itulah, Rasulullah justru semakin dipatuhi oleh istri-istrinya.
. Selayaknya, seorang suami harus berani mengevaluasi dirinya. Bisa jadi anak dan istri tidak taat kepadanya karena ia memang belum layak dipatuhi. Sehingga ia harus betul-betul berupaya serius untuk menjadi sosok pemimpin teladan, yang banyak memberikan contoh dalam mendidik anak istrinya. Mengelola keluarga bersama istri tercinta merupakan sesuatu hal serius yang menjadi perhatiannya. Jika anak bermasalah, ia tidak serta merta menyalahkan istrinya, namun ia merasa bertanggungjawab atas semuanya. Sehingga, sepatutnya jika hendak menjadi suami teladan, ia harus terus menerus memperbaiki ibadah, serta memperindah akhlaknya. Termasuk didalamnya adalah berupaya menjaga lisan kepada anak istri, karena kita kerap mendengar suami yang suka marah-marah, menyakiti hati istrinya dengan kata-kata. Suami yang baik tentu tidak akan bertindak seperti itu, kelembutan dalam mengutarakan keinginan tetap merupakan pilihannya.
Salah satu kewajiban suami adalah mendidik anak istrinya dengan baik, tentu saja agar rumah tangga yang dicita-citakan bersama menjadi terwujud, yaitu keluarga yang sakinah mawaddah warohmah. Hal itu tidak akan terwujud jika dilakukan dengan kekerasan, atau tidak dengan suri tauladan dari seorang suami. Karena ia adalah orang yang paling bertanggungjawab tentang kondisi keluarganya kelak diakhirat, pun didunia.

http://www.dpu-online.com/artikel/detail/1/288/Mendidik%20Istri

By pondokdhuafa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s