Mengatasi Cinta Dunia

 

Cinta penuh dengan rahasia. Cinta tidak terlihat tapi dampaknya sangat nyata. Cinta yang menggebu membuat seseorang berpikir tidak rasional. Tidak sadar akan dirinya sebagai budak. Waktu, pikiran, tenaga tercuri karenanya.

Cinta kepada dunia, misalnya akan membuat seseorang bersikeras mewujudkan apa yang diinginkannya. Bahkan, prioritas hidupnya tak lain hanya untuk mencari kemewahan dunia semata. Tidak lebih dari itu. Padahal, Allah tidak suka kepada hamba yang terjerat cinta yang berlebihan pada dunia.

Ada tiga ciri seseorang cinta kepada dunia. Pertama, sering disebut-sebut. Setiap obrolan akan menjadi topik pembicaraannya. la tiap waktu hanya berbicara tentang kekayaan, kedudukan, jabatan yang harus dimilikinya. Begitu pun cinta kepada lawan jenis. Yang disebut-sebut dalam pembicaraan hanya kebaikan dan kelebihan dari yang dicintainya. Kedua, selalu ingin dekat dengannya. la seringkali berusaha dan

berani berkurban serta senantiasa mencari jalan supaya dekat, apapun caranya. Ketiga, selalu ingat pada yang dicintainya. Atas dasar cinta, maka setiap pengurbanan terasa ringan dan bahkan serumit apapun hambatan pasti diterjang olehnya. Inilah cinta yang membabi buta, yang membuat seseorang takut kehilangan yang dicintai.

Bayangkan andai cinta ini kita tujukan kepada Allah, tertanam di lubuk hati. Kita berusaha memenuhi keinginan-Nya. Shalat, infak dan shaum dilakukan dengan penuh kecintaan. Saat adzan berkumandang, secepatnya memenuhi panggilan shalat. Meninggalkan semua pekerjaan demi memenuhi sebuah panggilan. Salah satu sahabat Rasulullah, Bilal, karena kecintaannya terhadap Allah dan Rasul, dia tak bisa menahan air mata saat beradzan. Begitulah penghayatan yang mendalam pada yang dicintai.

Saudaraku, marilah kita tujukan cinta abadi hanya kepada Allah. Kurangi rasa cinta kepada dunia. Jadikan cinta dunia sebagai wadah untuk memenuhi perintah-Nya. Salah satu caranya adalah memupuk perasaan tidak mungkin. Misal, kita mendambakan jabatan, maka tepislah.Ucapkan, “Saya tidak mungkin mendapatkan jabatan Gubernur.” Selanjutnya, cari sebanyak mungkin kelemahan dari yang kita cintai itu. Yakinlah bahwa apa yang kita cintai akan binasa. Semua yang berkaitan dengan dunia akan sirna.

Saudaraku, cukuplah cinta abadi hanya untuk Allah. Takutlah kehilangan kedudukan di sisi Allah. Jadikan cinta kepada sesuatu sebagai jalan mendekat kepada-Nya. Semoga Allah memelihara qalbu kita agar tidak terjebak oleh cinta dunia.

(Abdullah Gymnastiar, Penasihat dan Pembina DPU Daarut Tauhiid)

http://www.dpu-online.com/artikel/detail/1/1569/Mengatasi%20Cinta%20Dunia

By pondokdhuafa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s