Menjadi Pribadi yang Penyayang

Semoga Allah mengarunikan kepada kita kemampuan menebar kasih sayang. Karena kebahagiaan, kemuliaan, kelapangan, dan cinta kasih dari Allah lekat pada pribadi yang penyayang. Andai kata kita ingin bahagia, jawabannya jadilah orang yang penuh kasih sayang. Andai kata kita ingin mulia, jawabannya jadilah manusia yang penuh kasih sayang. Andai kata kita ingin memiliki pribadi yang indah menawan maka jadilah pribadi yang penuh kasih sayang. Dan, andai kata kita ingin disayang Allah maka rahasianya sayangi yang dibumi niscaya yang di langit akan menyayangi.
Allah Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Dengan kasihnya orang yang ingkar, yang tidak mengakui Allah, yang mengkhianati Allah bahkan orang yang memusuhi Allah, dijamin rezekinya. Diberi nafas, makan, minum, ditutupi auratnya, dipenuhi segala kebutuhan hidupnya tanpa melihat dia beriman atau tidak.
Dengan sayangnya, yang menyelimuti orang yang beriman, Allah mencegah siapapun yang akan berbuat dosa; digagalkannya maksiat; dilindunginya dari perbuatan yang dapat menyengsarakan; ditangguhkannya keinginan yang dapat mencelakakan. Sepertihalnya seorang ibu tidak akan memberikan granat pada anaknya walaupun anaknya merengek, seorang dokter mengamputasi pasiennya bukan karena benci, justru tindakan itulah yang terbaik, yang dapat menyelamatkan dirinya.
Lalu, bagaimana supaya bisa disayang Allah? rumusnya sederhana yaitu dengan meyakini bahwa kalau kita ingin disayang Allah maka sayangi yang dibumi. Teknisnya, pertama, melihat orang lain seperti saudara sendiri. Ketika melihat pengemis dijalanan terbetik perasaan bahwa dia ciptaan Allah, saudara kita maka muncul keinginan untuk memberi, ketika melihat nenek-nenek yang jualan, muncul keinginan untuk membelinya, dan ketika melihat tukang becak yang tampak kelelahan, muncul keinginan untuk menggantikan posisi tempat duduknya. Walaupun itu tidak mungkin tapi demi kasih sayang kepada saudara, itu mungkin saja. Kedua, dengan mengenang jasa. Sekecil apapun kebaikan dari orang lain terus kita ingat, dan sebaliknya kejelekan sebesar apapun berusaha kita lupakan.
Walaupun dicaci dihina, tetap kita berbuat baik. Ketiga, dengan silaturahmi. Perbanyak mengunjungi saudara, kerabat dekat, kerabat jauh, saudara jauh, sanak saudara, bahkan dengan orang yang memutuskan tali silaturahmi pun kita kunjungi, rajut kembali tali ukhuwah. Ke-empat, dengan memberi salam. Inilah seringan-ringannya kasih sayang yang dapat kita lakukan tanpa harus mengeluarkan uang.
Kasih sayang seperti matahari. Dia senantiasa memberikan cahayanya tanpa mengharapkan balasan. Begituhalnya seorang penyayang tidak mengarapkan kasih sayangnya berbalik. Cukuplah dengan menebar kasih sayang yang di bumi maka yang dilangit pun akan menyayangi yaitu Allah SWT.

http://www.dpu-online.com/artikel/detail/1/427/Menjadi%20Pribadi%20yang%20Penyayang

By pondokdhuafa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s