Akhlak Pascaramadan

Ramadan adalah bulan istimewa bagi umat Islam. Satu bulan yang diberikan Allah bagi mereka yang faham mengapa Ia memberikan bulan suci itu. Begitu pun akhlak setelah Ramadan tergantung bagaimana kita menyikapi hadirnya Ramadan.

 

Ketika bulan Ramadan menjadi sesuatu yang ditunggu-tunggu, tentu akan dipersiapkan sematang mungkin. Sebuah hadis menerangkan bahwa sebelum masuk Ramadan, diperlukan berbagai persiapan, khususnya pada Syaban. Syaban adalah bulan persiapan dan saat itu juga Rasulullah mempersiapkannya dengan memperbanyak saum.

 

Artinya, sebelum masuk Ramadan kita sudah mulai mempersiapkan, baik dengan saum sunah atau pun persiapan lainnya. Seperti keilmuan, kesehatan, dan lain-lain. Ketika masuk bulan Ramadan, persiapan yang sudah dilakukan akan bisa terlihat, apakah persiapan tersebut betul-betul matang, setengah matang, atau malah tidak mempersiapkan sama sekali.

 

Jika kita mengikuti kegiatan dengan terencana dan dipersiapkan dengan matang, kemudian direalisasikan, tentu akan berdampak bagi diri kita. Ketika memasuki Syawal, orang yang sukses melaksanakan saum adalah orang yang bertakwa. Arti takwa tidak semudah membalikkan telapak tangan. Harus adanya persiapan dan ujian yang harus ditempuh.

 

Nah, setelah itu akhlak yang berbicara. Akhlak kita yang menjadi implementasi dari saum di bulan Ramadan. Intinya, bagaimana kita mempersiapkan Ramadan, baik  dari sisi ruhiah,  amalan-amalan ibadah, ilmu dan lain-lain, yang akan terlihat dari akhlak yang semakin terpuji.

 

Ramadan pun menjadi momen bagi DPU DT untuk betul-betul mengoptimalkan potensi masyarakat, termasuk SDM-nya. Tentu bulan Ramadan menjadi bulan yang penuh tantangan bagi DPU. Mungkin orang lain ketika Ramadan, banyak yang dapat beribadah atau i’tikaf di masjid dengan lebih leluasa. Nah, rekan-rekan di DPU-mudah-mudahan ini juga menjadi bagian dari ibadah-akan lebih banyak tersita waktunya dalam berkarya mengoptimalkan dana zakat yang diamanahkan oleh para donatur (masyarakat).

 

Tentu saja kesibukan dalam bekerja tidak membuat kita melepaskan esensi dari bulan saum itu sendiri. Jangan sampai pekerjaan menghilangkan berbagai kesempatan istimewa bulan Ramadan. Misalnya, karena terlalu sibuk bekerja hingga amalan-amalan khas bulan Ramadan terlupakan. Kita tidak mengharapkan hal itu terjadi.

 

Mudah-mudahan selama Ramadan dan pascaramadan, DPU DT dapat mengoptimalkan segala potensi zakat yang dimiliki. Sehingga program-program yang dimiliki DPU DT dapat terus berlanjut dan banyak saudara-saudara kita yang terbantu. Untuk itu, kami senantiasa berharap kiprah yang telah DPU lakukan selama ini dapat menjadi jalan agar masyarakat menjadi mandiri dan terberdayakan. (H. Asep Hikmat, Direktur DPU Daarut Tauhiid)

http://www.dpu-online.com/artikel/detail/2/1665/Akhlak%20Pascaramadan

By pondokdhuafa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s