Aneh Negeri Ini

 

 Kita mungkin masih ingat lagu yang dinyanyikan Koes Plus diera tahun 1980-an. Saking suburnya negara kita, tongkat kayu pun bisa jadi tanaman. Belum kalau kita lihat begitu luasnya laut kita, dengan keanekaragaman kekayaan di dalamnya.Gunung emas dan batubara dan tambang lainnya. Hutan luas dan aneka satwa. Entah kenapa semuanya belum bisa memakmurkan rakyat Indonesia. Aneh negeri ini. Itulah ucapan yang sering diucapkan orang awan di masyarakat. Mungkin itu ucapan sederhana yang bisa dikeluarkan mereka.


Kalau merujuk kepada hitungan yang sederhana, memang aneh negeri ini. Singapura dengan pulau yang sangat kecil, sumber alam yang sangat terbatas, dan merdekanya setelah bangsa kita, maju begitu pesat. Malaysia yang dulunya belajar pada bangsa kita, sekarang maju lebih pesat. Apalagi kalau kita bandingkan dengan negara lain di luar Asia Tenggara, kita sepertinya kedodoran. Coba kita renungkan bersama, apa yang menjadikan bangsa kita seperti ini. Padahal SDM (Sumber Daya Manusia) kita tidak kalah pintar dengan bangsa mereka. Beberapa mendali emas dalam olimpiade exacta, bangsa kita yang meraihnya. Orang-orang pintar bangsa kita diambil negara lain.


Keserakahan terhadap dunia membuat orang berubah dari fitrahnya. Keserakahan itu kadang-kadang menjelma menjadi undang-undang hasil dari jual beli suara dalam voting. Berubah bentuk ketika melakukan tender. Menjadi pelicin dalam privatisasi asset-asset negara. Terkadang bangsa kita gigit jari melihat gunung emasnya diambil negara lain. Tak jarang kebijakan yang diambil merugikan masyarakat, karena harus mengembalikan dana yang dipakai selama kampanye.


Memang aneh negeri ini. Tapi walaupun begitu kita jangan terbawa aneh. Jaga hati dan pikiran kita dari keserakahan. Hindari yang abu-abu. Hati-hati dengan keserakahan yang tersembunyi. Membiarkan yang sangat kekurangan di sekitar kita, sementara kita berlebihan, itu termasuk di dalamnya. Ada hak mereka yang dititipkan lewat harta kita. Jangan menambah aneh negeri kita dengan keanehan diri kita. Berlakulah peduli kepada sesama.

 

By pondokdhuafa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s