Mudik: Berikan Solusi dan Tebar Pesona Kearifan

Mudik adalah kegiatan pulang kampung masyarakat Indonesia pada waktu hari raya dan hari besar keagamaan. Kegiatan mudik ini sungguh spektakuler, karena di dalamnya melibatkan banyak orang.

Oleh karena itu, pemerintah dan organisasi masyarakat memperstapkannya dengan matang untuk mendukung kegiatan mudik supaya berjalan dengan aman, lancar dan tenteram. Saking hebatnya mudik, pemerintah menunjuk beberapa departemen dan kepolisian untuk mendukung kegiatan ini. Infrastruktur diperbaiki dan dibangun.

Dana berputar dengan cepat dalam mudik ini, sampai-sampai perbankan dengan ATM-nya menambah jumlah uang kasnya. Perusahaan selular berjuang keras untuk menjual jasanya, karena produknya sangat diperlukan oleh pemudik. Beberapa operator selular tidak segan-segan menggelontorkan miliaran rupiah untuk iklan agar produknya dikenal dan digunakan. Perusahaan transportasi baik darat, laut, maupun udara, menambah armadanya untuk pelayanan prima bagi pemudik. Rumah makan, hiburan, shopping center dan usaha bisnis lainnya mendapat berkah dari pemudik ini.

Coba kita berdiam sesaat dan merenung, untuk apa dan untuk siapa mudik ini. Banyak waktu, pikiran, tenaga dan biaya yang sudah dikeluarkan, bahkan kalau tidak hati-hati, maut pun mengintai para pemudik ini. Sudahkah mudik ini memberikan nilai tambah bagi kampung halaman kita? Sudahkah mudik memberikan solusi bagi kampung kita?

Ada sebagian orang yang menjadikan mudik ajang pameran keberhasilan kota orang di desa atau tebar pesona. Dia tunjukkan eksistensi ‘dunia’ di kampungnya. Kepintarannya yang harusnya bisa mencerahkan orang desa, justru jadi ajang pamer ilmu. Tak jarang berbicara dengan bahasa ilmiah dan akademik yang tidak dimengerti orang desa. Keberhasilan selamadi kota yang harusnya mendistribusikan dermanya bagi kemajuan desa, dia pamerkan untuk menunjukkan bahwa dia orang kaya dan berada. Tak jarang dia berpenampilan yang berlebihan. Semuanya bukan untuk ‘membahagiakan’ desanya, tapi justru menambah sakit dan kesengsaraan desanya. Sudah seharusnya mudik ini dijadikan ajang berbagi kearifan orang kota di desa. Dengan kepintarannya dia harus mencerahkan masyarakat desa.

Dengan hartanya dia harus membangun desanya. Sayang sekali apabila kegiatan mudik yang menghabiskan banyak uang dan melibatkan banyak orang, tidak memberikan kontribusi yang produktif dan solutif bagi desanya. Pemerintah juga harus mengkampanyekan kepada rakyatnya agar mudik tahun ini harus bisa memberikan solusi dan menebarkan pesona kearifan bagi desa. Ya, jangan terjadi shaum yang selama ini kita perjuangkan, habis begitu saja dengan kesombongan dan ketakaburan. Yang seharusnya bulan Syawwal ini kembali kepada kesucian, tapi justru dimulainya dosa-dosa baru. Jaga kesucian ini dengan berbagi kebahagian dan kearifan, serta jauhkan dari sifat sombong, takabur, iri hati, dan dengki. Jadikan mudik kali ini mudik yang memberikan kontribusi produktif dan solutif bagi pembangunan lahir dan batin kampung halaman kita.

(H.M.Iskandar, Direktur DPU Daarut Tauhiid

http://www.dpu-online.com/artikel/detail/2/1595/Mudik:%20Berikan%20Solusi%20dan%20Tebar%20Pesona%20Kearifan

By pondokdhuafa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s