Pemuda Santri dalam Novel Mashuri

Judul                     : Hubbu
Penulis                   : Mashuri
Tanggal terbit         : Agustus 2007
Jumlah halaman      : 237

HUBBU merupakan novel pemenang Sayembara Novel Dewan Kesenian Jakarta tahun 2006. Dalam ranah sastra Indonesia, tema santri jarang dikemukakan dalam karya-karya sastra tanah air. Namun dengan munculnya novel Mashuri ini, diharapkan dapat mengusaikan masa-masa keterasingan itu.

Novel yang ditulis Mashuri, kelahiran Lamongan, 27 April 1976 ini bercerita tentang seorang pemuda bernama Abdullah Sattar alias Jarot yang memiliki pengetahuan agama yang cukup baik karena didikan keras keluarganya yang berlatar belakang santri.

Jarot mampu menghapal ayat-ayat suci Al-Quran dan mampu bersikap kritis terhadap lingkungannya. Hal ini membuat keluarganya menaruh harapan kepadanya untuk memimpin pesantren yang berada di kampung halamannya, Desa Alas Abang.

Seiring waktu, Jarot beranjak dewasa dengan predikat seorang mahasiswa di Universitas Airlangga. Konflik psikologis mulai menerjang kehidupannya, manakala ia berhadapan dengan fenomena nilai budaya Jawa dan Islam yang bercampur.

Lebih dari pada itu, ia harus menghadapi masalah percintaan yang kompleks. Apalagi ketika ia mulai bersinggungan dengan pergaulan bebas rekan-rekannya. Sementara idealismenya terus berjalan seiring berbagai kenyataan yang selalu meleset dari perkiraannya.

Di sisi lain, keluarganya di Desa Alas Abang mengharapkannya untuk mampu memimpin sebuah pesantren warisan leluhur. Hingga Jarot sampai pada satu kegamangan, antara memilih untuk memikul tanggung jawab sebagai pengurus pesantren di Alas Abang atau memilih untuk mengikuti kata hatinya.

Novel Hubbu ditulis dengan gaya penceritaan dinamis. Alurnya melompat-lompat namun cerita yang terjalin amat utuh. Ahamad Tohari, seorang sastrawan sekaligus juri Sayembara Novel DKJ 2006 mengatakan kalau Hubbu terpilih sebagai pemenang 1 dikarenakan cerita yang sangat utuh dan padu.

Dan memang, ketika membaca novel ini, kita ditempatkan pada persoalan demi persoalan, sehingga perspektif dari para tokohnya dapat kita rasakan. Rasanya hanya penulis piawai yang mampu melakukan teknik bercerita semacam ini. Maka pantaslah Mashuri menjadi pemenang pertama untuk novelnya yang berjudul Hubbu, yang dalam bahasa Arab berartikan cinta ini. (Wawan Kurniawan, Mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung)

http://www.dpu-online.com/artikel/detail/12/1661/Pemuda%20Santri%20dalam%20Novel%20Mashuri

By pondokdhuafa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s