Perpanjang Silaturahim, Dunia Akhirat Direngkuh

Silaturahim, sebuah amalan yang tak asing bagi kehidupan kita sehari-hari. Apalagi di bulan Ramadan atau pun Syawal. Silaturahim seolah menjadi ‘menu wajib’ bagi kaum muslimin agar berbagai ibadah di bulan tersebut terasa sempurna.

 

Silaturahim sangatlah penting dilaksanakan oleh kaum muslimin. Dengan silaturahim, kasih sayang antar sesama dapat tercipta dengan baik. Ukhuwah islamiyah pun dapat terbina sempurna. Selain itu, silaturahim juga menjadi kunci terbukanya rahmat dan pertolongan Allah. Bahkan salah satu hadis mengabarkannya sebagai amalan yang lebih besar pahalanya daripada salat dan saum.

 

Maukah kalian aku tunjukkan amal yang lebih besar pahalanya daripada salat dan saum?” tanya Rasulullah kepada para sahabat. “Tentu saja,” jawab mereka. Beliau kemudian menjelaskan, “Engkau damaikan yang bertengkar, menyambungkan persaudaraan yang terputus, mempertemukan kembali saudara-saudara yang terpisah, menjembatani berbagai kelompok dalam Islam, dan mengukuhkan tali persaudaraan di antara mereka adalah amal saleh yang besar pahalanya. Barang siapa yang ingin dipanjangkan umurnya dan diluaskan rezekinya, hendaklah ia menyambungkan tali silaturahim.” (HR. Bukhari Muslim).

 

Silaturahim juga menjadi salah satu bukti ketaatan seorang hamba kepada Rabbnya. Ketika seorang hamba diperintahkan untuk menyambungkan tali silaturahim yang terputus, maka hamba tersebut harus langsung melaksanakannya.

 

Dan orang-orang yang menghubungkan apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan, dan mereka takut kepada Rabbnya dan takut kepada hisab yang buruk.” (Ar-Ra’d [13]: 21).

 

Silaturahim Tak Kenal Waktu

Lalu bagaimana dengan fenomena silaturahim di bulan Ramadan dan Syawal? Di bulan-bulan ini, memang banyak orang yang menjadikannya sebagai momentum menyambung kembali tali persaudaraan yang pernah terputus. Namun, apakah silaturahim hanya dilaksanakan pada kedua bulan tersebut?

 

Tentu tidak! Untuk mengerjakan amalan itu tentu tak harus menunggu hadirnya bulan Ramadan dan Syawal. Apalagi belum tentu usia kita sampai pada Ramadan dan Syawal tahun berikutnya. Sayang sekali jika 10 bulan yang tersedia tidak dimanfaatkan untuk melaksanakan amalan yang sangat Allah cintai ini. Walau terdengar ringan, silaturahim memiliki manfaat besar bagi yang melaksanakannya. Baik di dunia maupun di akhirat.

 

Kapan pun dan di mana pun, tak ada salahnya jika kita menyambung dan merajut tali persaudaraan. Baik dengan orang yang menyayangi kita maupun sebaliknya. Membina silaturahim dengan orang yang sayang kepada kita memang mudah. Namun, jika menyambung tali silaturahim dengan orang yang membenci kita, maka diperlukan kebesaran jiwa untuk melakukannya.

 

Kapan pun silaturahim bisa dilakukan. Tak hanya di bulan Ramadan atau Syawal. Selain mendapatkan pahala berlipat ganda, seseorang yang menjalankan perintah-Nya akan mendapatkan janji Allah, yakni surga.

 

Dari Abu Ayyub Al-Anshari ra., sesungguhnya seorang laki-laki berkata: “Ya Rasulullah, ceritakanlah kepadaku amalan yang memasukkan aku ke dalam surga dan menjauhkan aku dari neraka. Maka Nabi saw bersabda: “Engkau menyembah Allah SWT dan tidak menyekutukan sesuatu dengan-Nya, mendirikan salat, menunaikan zakat, dan menyambung tali silaturahim.” (HR. Bukhari dan Muslim).

 

Silaturahim Berbagai Cara

Zaman sudah berkembang sedemikian rupa. Apalagi perkembangan teknologi saat ini. Jika dahulu seseorang harus mengunjungi satu daerah ke daerah lainnya dengan jarak tempuh yang jauh, kini tidak lagi. Jika sempat bertatap muka dan berjabat tangan langsung, maka sempatkanlah. Tapi jika memiliki keterbatasan waktu dan kesempatan, bisa menggunakan cara lain yang lebih efektif dan efisien.

 

Cara itu adalah dengan memanfaatkan teknologi komunikasi. Teknologi semakin canggih dan manfaatnya pun semakin banyak. Sebelum telepon dan telepon genggam dimiiki setiap orang, banyak orang menggunakan jasa pos dan kartu untuk bersilaturahim atau sekadar mengucapkan “Selamat Hari Raya Idul Fitri”.

 

Sekarang, media yang bisa digunakan sebagai alat komunikasi amat beragam. Mulai dari telepon, telepon genggam (HP), internet, fax, pager, push to talk, dan masih banyak lagi yang lainnya. Alat-alat komunikasi tersebut dapat dimanfaatkan sebagai media untuk bersilaturahim.

 

Contoh, dalam telepon genggam kita dapat memanfaatkan aneka fasilitas yang disediakan seperti telepon, sms, mms, dan lain-lain. Begitu juga dengan internet. Dengan perkembangannya yang pesat saat ini, kita dapat menggunakan aneka fasilitas jejaring sosial seperti yahoo, facebook, twitter, YM, dan lain-lain. Karena itu, manfaatkan fasilitas media tersebut dengan sebaik-baiknya. Dan jangan lupa, selalu niatkan untuk beribadah karena Allah. (Astri Rahmayanti, reporter portal dpu-online.com)

http://www.dpu-online.com/artikel/detail/3/1717/Perpanjang%20Silaturahim,%20Dunia%20Akhirat%20Direngkuh

By pondokdhuafa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s