sekolah Ceria, Anak Pengungsi Gembira

Sejak Merapi mulai “mengganas”, sekolah diliburkan. Ratusan anak terpaksa ikut orang tuanya ke pengungsian. Sejak saat itu pula, mereka pun meninggalkan pelajarannya. Banyak yang mengaku bosan berada di tenda ketika sekolah diliburkan.

“Aku pengen masuk sekolah lagi. Soalnya bosenKangen dengan teman-teman dan gurunya juga. Aku kan ingin jadi guru SD,” ujar Lilis (9), salah seorang siswa SD Pangorejo. Kawasan yang termasuk daerah yang harus “disterilkan”.

Dompet Peduli Ummat Daarut Tauhiid (DPU DT) mengadakan sekolah ceria bagi anak-anak pengungsi. Acara tersebut merupakan salah satu agenda dari program Happy Center. Ahad (31/10) pagi, puluhan anak TK dan SD memenuhi posko DPU DT. Mereka mengikuti sekolah ceria yang diselenggarakan DPU dengan dibantu para sukarelawan.

Anak-anak tampak antusias mengikutinya. Apalagi ketika ada pembagian buku gambar, pensil gambar, dan mainan. Mereka begitu ceria. Sesekali canda tawa menghangatkan suasana pagi.

Ada yang serius dengan gambar dan mainannya masing-masing. Ada juga yang saling bercanda dengan sesamanya. Anak-anak, orang tua, dan relawan, berbaur dalam kebersamaan.

Setelah menyelesaikan kegiatan menggambarnya, anak-anak diarahkan mengikuti acara nonton bersama. Sebuah film anak diputar untuk menghilangkan kejenuhan yang dirasakan anak-anak. Tak lupa, berbagai hadiah menarik disediakan bagi mereka. (Astri Rahmayanti/2010)

http://www.dpu-online.com/news/detail/1483

By pondokdhuafa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s