5-J (Lima Jangan)

 

Keikhlasan adalah perkara hati, dimana hanya kita dengan Allah yang mengetahuinya. Namun, ada hal-hal yang dapat kita jauhi. Ada upaya yang bisa kita perbuat, untuk menjaga agar hati ini senantiasa terjaga keikhlasannya. Baik itu dalam berbuat, bersikap maupun berperilaku, hanya Allah yang kita tuju.

Hal-hal itu ada lima, yang dapat diringkas menjadi lima jangan (5J), yaitu: Pertama, jangan ingin dilihat. Amal yang baik adalah amal yang tidak terlihat oleh orang lain. Karena kita melakukan hanya untuk Allah, untuk apa makhluk selain Allah melihatnya? Semakin banyak amal yang tidak terlihat orang lain, kita lakukan. Maka semakin terasah pula keikhlasan kita dalam berbuat. Tetapi bila sebaliknya yang terjadi, itu adalah isyarat, keikhlasan belum menyapa hati ini.

Kedua, jangan ingin diketahui. Setiap amal perbuatan kita, seyogyanya hanya kita dengan Allah yang tahu. Apa yang kita lakukan, upayakanlah dalam selubung yang tersembunyi. Amal hanya untuk Allah, dan hanya Allah yang mengerti, tanpa ada seorang makhluk pun yang tahu. Bila amal yang kita perbuat, kita kabarkan atau kita beritakan pada orang lain, dengan niat agar mereka pada tahu akan amal kita tersebut. Maka bisa jadi, tanda-tanda keikhlasan belum ada dalam diri.

Ketiga, jangan ingin dipuji. Bila hal yang pertama dan kedua sifatnya ingin agar orang lain tahu. Maka yang ketiga ini, sifatnya ingin pengakuan dari orang lain akan amal tersebut. Jika ada keinginan untuk mengharap pujian dari orang lain, sekecil apapun, maka itu bisa menjadi pertanda. Pertanda bahwa hati belum mengenal keikhlasan.

Keempat, jangan ingin dihargai. Rasa ini timbul ketika hati tidak hanya mengharap orang lain tahu dan pujian yang dilontarkan, namun lebih dari itu. Ada harapan yang besar agar orang lain memberikan respon positif berupa penghargaan akan perbuatan yang telah kita lakukan. Kita jadi mengejar tidak hanya citra yang positif, namun juga perlakuan yang harusnya kita dapatkan.

Kelima, jangan ingin dibalas budi akan amal kebaikan yang telah dilakukan. Saat kita beramal, segera lupakan. Kita jangan berpikir apa yang kita lakukan, harus dibalas dengan setara oleh makhluk. Yaitu bila kita memberi, kita juga ingin diberi. Bila kita menolong, kita juga ingin ditolong. Dalam hubungan kemanusiaan, hal ini nampaknya wajar-wajar saja. Namun, jika tidak hati-hati menyikapinya, ini adalah sebuah jebakan. Yang membuat kita lupa, bahwa kita berbuat sejatinya bukan untuk makhluk, tapi untuk Allah semata. Jadi untuk apa meminta balas pada makhluk, bila hanya Allah Maha Pemberi yang terbaik?

Dari kelima hal ini, dapat kita sadari. Bahwa amal ibadah, yang berupa perbuatan maupun perkataan, bila tidak terjaga dari 5J, dapat hilang keikhlasannya. Dan jika ini terjadi, kita sungguh amatlah merugi. Karena setiap amal kita seberapa pun besarnya, menjadi tidak berarti dihadapan Allah. 

http://www.dpu-online.com/artikel/detail/1/1447/5-J%20(Lima%20Jangan)

By pondokdhuafa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s