Melukis Pelangi: Ketika Oki Setiana Dewi Berkisah

Senja sebentar lagi tertutup oleh kelamnya malam. Namun, kerumunan manusia masih tampak menyemut di salah satu pojok stand buku penerbit Mizan. Tak terpengaruh oleh ribuan pengunjung yang turut meramaikan stand-stand penerbit lainnya dalam Pameran Buku Islami (Islamic Book Fair) di Istora Senayan Jakarta, Sabtu (12/3). Sejak dibuka 4 Maret lalu, Islamic Book Fair telah menyedot perhatian dan antusias warga Jakarta dan sekitarnya.

 

Semakin lama kerumunan itu bukannya semakin lengang, tapi bertambah padat. Mengitari seorang perempuan muda berbalut jilbab kuning. Tampak selaras dengan kulitnya yang putih bersih. Dialah Oki Setiana Dewi, seorang artis muda yang namanya melejit sejak membintangi film Ketika Cinta Bertasbih, tahun 2009 lalu.

 

Berperan sebagai Anna Alfathunnisa, tokoh utama wanita dalam film tersebut, Oki terlihat santai melayani para fansnya yang meminta foto bersama. Termasuk meminta tanda tangan di buku yang ditulisnya, yaitu: ‘Melukis Pelangi: Catatan Hati Oki Setiana Dewi’. Di Islamic Book Fair kali ini, Oki meluncurkan buku perdananya tersebut.

 

“Buku ini adalah memoar perjalanan hidup Oki. Banyak sekali orang yang bertanya, mengapa Oki memutuskan memakai jilbab? Dan ketika Oki menceritakan alasannya, mereka banyak yang menyarankan mengapa tidak dijadikan buku saja kisahnya. Sehingga Oki memutuskan ketika shooting break selama empat bulan, Oki jadikan buku ini,” ujar Oki dihadapan para wartawan yang menghadiri undangan liputanlauching bukunya itu.

 

Di buku setebal 347 halaman ini, Oki menceritakan kisah hidupnya sejak kecil hingga kemudian di tengah perjalanan, ia “menemukan” Allah. Dengan gaya penulisan bertutur, buku yang ditulis oleh perempuan berusia 22 tahun ini, sarat dengan perenungan dan pemaknaan hidup. Salah satunya adalah bagaimana perjuangan tanpa henti yang dilakukan Oki untuk tetap hidup di bawah naungan Allah. Bagaimana tidak mudahnya untuk senantiasa istiqamah di jalan-Nya.

 

“Ketika hidup di bawah naungan Allah, kita merasakan kehidupan ini penuh dengan keberkahan. Itu yang coba Oki tulis di sini. Oki juga coba mengatakan bahwa hidup adalah perjungan tanpa henti. Semua orang berjuang dalam hidup ini. Karena memang dunia adalah tempatnya berjuang sampai nanti di akhirat kelak, di surganya kelak, itu adalah tempat istirahat kita,” ujarnya. (Suhendri Cahya Purnama/2011)

http://www.dpu-online.com/news/detail/1534

By pondokdhuafa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s