Mengenal Prioritas Kebahagiaan

Setiap orang ingin merasa bahagia dalam hidupnya. Setiap orang selalu mencari kebahagiaan. Namun, tidak semua orang mengetahui apa yang dapat membuat ia bahagia. Bisa jadi orang yang kaya menyangka bahwa dengan banyak harta ia akan bahagia. Begitupun dengan orang miskin yang cukup merasa bahagia dengan ketentraman hatinya. Kedua fenomena tersebut, hadir ditengah-tengah kehidupan kita. Ada yang menganggap kebahagiaan dari sisi materi dan ada yang menilai kebahagiaan dari sisi ketentraman hati. Ini tidaklah salah, yang perlu diluruskan hanyalah dari sisi mana kita menilai kebahagiaan yang betul-betul hakiki. Apakah cukup dengan kebahagiaan dunia atau dunia akhirat? Hal tersebut bergantung pada prioritas hidup yang dituju. Ada tiga prioritas utama yang dapat menghantarkan seseorang pada kebahagiaan tersebut Pertama, prioritas memiliki iman yang kokoh. Iman adalah pondasi yang akan mendatangkan keselamatan, keberuntungan. Bagaimana tidak? penampilan, harta, kedudukan, tidak akan ada artinya tanpa iman. Dan pupuk iman adalah ilmu. Dengan dasar ilmu kita akan tahu betul amalan-amalan yang dapat meningkatkan keimanan. Dan tahu betul cara mengantisipasinya dikala kondisi iman menurun (futur). Yang harus menjadi prioritas kedua yaitu prioritas sehat. Ini sering kita abaikan. Padahal tanpa sehat, sekokoh apapun keimanan seseorang tidak akan mendatangkan kebahagiaan. Rasulullah selama hidupnya hanya dua kali merasakan sakit. Dia pandai betul menjaga ketahanan tubuhnya. Olahraga menjadi prioritas sehari-harinya, memanah, berkuda, berenang tanpa mengabaikan agenda dakwahnya. Dia pun pandai memanfaatkan waktu tidurnya, cepat tidur dan cepat bangun. Adapun prioritas yang ketiga yang harus kita miliki yaitu sikap akur, rasa bersaudara.. Apalah artinya kita beriman, berbadan sehat, kuat jika tidak akur. Pasti hidupnya tidak nyaman, jauh dari kebahagiaan, bahkan bisa jadi persaudaraan terputus karenanya. Orang yang tidak akur cenderung mudah tersinggung, suka menyimpan kejelekan orang lain, dan senantiasa membesar-besarkan masalah. Dengan demikian saudaraku, yang menjadi puncak kebahagiaan seseorang salah satunya terletak pada kemampuan menentukan prioritas, tujuan hidup. Prioritas dalam mengokohkan keimanan, prioritas sehat, dan prioritas akur, rasa persaudaraan menjadi tolak ukur mendapatkannya. Wallahu a’lam bi showab.

http://www.dpu-online.com/artikel/detail/1/488/Mengenal%20Prioritas%20Kebahagiaan

By pondokdhuafa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s