Sukses Berbicara dengan ‘BBM’


Disadari ataupun tidak, kesuksesan seseorang dalam berbicara menghantarkan dirinya pada puncak kewibawaan, tanpa melihat sisi banyak atau sedikitnya ilmu yang dimiliki. Seseorang yang pintar, ilmunya banyak, kurang berwibawa dibandingkan dengan seseorang yang ilmunya pas-pasan, namun pandai berbicara.

Dapat dipastikan semua orang merindukan bisa berbicara, menjelaskan sesuatu dengan baik. Namun, tidak semua orang bisa melakukannya. Mengapa? Ini bisa terjadi karena keterbatasan ilmu yang dimiliki, keterbatasan keberanian dalam melatih diri, bisa juga karena keterbatasan memahami tujuan yang diperoleh dengan berbicara. Tidak sedikit orang pintar yang pendiam, lebih memendam ilmunya ketimbang membagikannya, namun tidak sedikit pula orang yang kurang pintar tapi pandai memilih bahan pembicaraan.

Ada rumusan sederhana, yang menjadi pondasi untuk menghantarkan seseorang sukses dalam berbicara, dapat kita kenal dengan rumus BBM yaitu Berani, Berlatih, dan Memperkaya diri dengan ilmu. Pertama dengan berani. Inilah tonggak awal yang harus dihujamkan. Setiap ada kesempatan untuk berbicara di depan umum, jangan lewatkan, beranikan diri mencobanya walaupun belum tahu apa yang menjadi bahan pembicaraan. Tidak malu menjadi bahan tontonan. Kedua, dengan berlatih. Disaat kita membawa diri ke hadapan umum, tentunya kita akan mendapat penilaian, baik sanjungan maupun kritikan. Dari sanalah kita akan mendapatkan asupan perbaikan. Kita tidak akan bisa langsung menjadi pembicara yang sukses dengan sekali jadi tapi butuh latihan. Terakhir, memperkaya diri dengan ilmu, wawasan. Dikala sudah ada keberanian, latihan yang kontinu, mulai cari ilmu dengan banyak membaca. Banyak ilmu yang akan kita dapatkan dari membaca, setidaknya kita punya materi atau bahan yang layak diungkapkan pada saat berbicara.

Setelah pondasi diketahui, untuk menambah makna pembicaraan, kita kenal dengan rumus BMT yaitu Benar, Manfaat, dan Tak menyakiti. Isi pembicaraan harus benar, maksudnya, sesuai dengan landasan Islam Al-Qur’an dan As Sunah, sesuai dengan kenyataan, tidak ditambah dan dikurangi, dan tidak ada unsur dusta. Tidak hanya itu, isinya pun harus bermanfaat. Bermanfaat bagi siapa pun yang mendengarnya. Jangan biarkan kata-kata yang terucap nihil dari ilmu dan nilai manfaat. Selain benar dan manfaat isinya pun dituntut untuk tidak menyakiti. Sebelum berbicara, kita harus tahu mana perkataan yang sekiranya pantas untuk disampaikan dan mana yang sekiranya menyakitkan. Kita harus betul betul menyeleksinya. Walaupun niatan kita untuk perbaikan. Caranya juga harus diperhatikan.

Dengan mengetahui rumusan tersebut, mudah-mudahan Allah SWT senantiasa menuntun setiap tutur kata yang kita ucapkan, membimbing setiap usaha yang kita lakukan. 

http://www.dpu-online.com/artikel/detail/1/1316/Sukses%20Berbicara%20dengan%20%E2%80%98BBM%E2%80%99

By pondokdhuafa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s