Menekuri Kisah ‘Jalan Jihadnya Sang dokter’

Peresensi: Ratih Gema Utami

Buku ini menceritakan perjalanan dr. Joserizal Jurnalis beserta Tim MER-C menantang maut demi menyelamatkan ribuan nyawa, demi kemanusiaan. Melalui buku ini, kita diajak untuk melintasi daerah-daerah konflik yang bagi manusia biasa tidak terbayangkan kengeriannya.

 

Tak terhitung betapa banyak situasi genting yang harus dihadapi dr. Joserizal dan tim MER-C demi misi kemanusiaan. Nurani senantiasa menggedor pintu hati mereka setiap kali terdengar berita tentang adanya konflik, pecahnya perang, atau pun bencana alam.

 

Bermodalkan keikhlasan dan rasa kemanusiaan, dr. Joserizal berserta tim MER-C mempertaruhkan nyawa hingga sampai di daerah konflik demi menuntaskan misi mereka. Sebagai seorang dokter, dia hanya bisa tenang jika berada langsung di tempat kejadian, jika ikut terjun menyelamatkan nyawa. Bukan dengan hanya melihat dari layar televisi kemudian tidak melakukan apa-apa.

 

Buku ini ikut menggugah rasa kemanusiaan kita. Bahwa nun jauh di sana, banyak saudara-saudara kita yang setiap detiknya bertarung untuk bertahan hidup. Menghindarkan diri dari tombak, anak panah, peluru bahkan rudal-rudal yang dapat mengancam nyawa mereka kapan saja.

 

Perjalanan dr. Joserizal dan tim MER-C ke daerah konflik dimulai pada tahun 1999 dengan mengirimkan misi kemanusiaan ke Ambon yang pada saat itu sedang bergejolak. Kemudian tidak hanya sampai di situ saja, ternyata panggilan hatinya sebagai seorang dokter dan rasa kemanusiaan yang terus memanggil, membawanya ke daerah-daerah konflik lainnya yang membutuhkan bantuan seperti Aceh, Yogyakarta, Irak, Afghanistan, dan bahkan Palestina.

 

Operasi yang dilakukan di teras masjid tanpa alas, hanya dengan penerangan lampu senter. Ketiadaan alat dan keadaan darurat yang membuat gergaji kayu digunakan untuki operasi tulang. Salat di bawah desingan pesawat dan langit yang masih berpijar karena percikan bom. Ini merupakan ‘kontrak mati’ yang harus ditandatangani saat memutuskan untuk masuk ke daerah konflik.

 

Apabila seseorang melakukan sesuatu dengan ikhlas, dan berusaha lebih keras untuk ikhlas, Allah akan mempermudahnya bertemu dengan orang-orang yang memiliki gelombang keikhlasan yang sama. Kalimat ini sudah seperti rumus hidup bagi dr. Joserizal. Dengan keikhlasan, pasti jalan akan terbuka untuk segala perjuangan yang dilakukan karena Allah. (hal-7)

 

Buku ini menjadi bahan perenungan bagi kita, dengan bertanya pada hati kita masing-masing “Apa yang bisa kita lakukan untuk mereka?” Sekecil apa pun yang kita berikan, akan sangat bermanfaat bagi mereka. Sumbangan dari masyarakat Indonesia melalui MER-C yang mencapai miliaran rupiah tak sia-sia karena berhasil sampai langsung ke jantung Gaza yang membara. Bahkan, terakhir, Tim MER-C pun berada di kapal Mavi Marmara dan sempat mengalami penahanan oleh tentara Israel. Pengalaman menakjubkan dr. Joserizal dan relawan MER-C lainnya ini akan menginspirasi dan kobaran semangat kemanusiaan mereka akan turut membakar hati kita.

 

Seperti yang dikatakan oleh budayawan Taufiq Ismail, “Kegiatan yang dpimpin dr. Joserizal Jurnalis ini sungguh mewakili hati nurani bangsa dan umat, serta mengukuhkan ukhuwah antar bangsa di dunia.”

http://www.dpu-online.com/artikel/detail/12/1778/Menekuri%20Kisah%20’Jalan%20Jihadnya%20Sang%20dokter’

By pondokdhuafa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s