Kisruh Imunisasi Tak Terlihat di Tanjungmedar

Wacana mengenai imunisasi sedang mengemuka akhir-akhir ini. Pelaksanaan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) yang tengah berlangung pun, menuai pro dan kontra. Sebagian masyarakat menolak pelaksanaan imunisasi. Alasannya, selain ada zat haram yang digunakan, imunisasi juga dianggap tidak terlalu penting dilakukan bagi balita.

 

Benar atau tidak, pelaksanaan imunisasi masih menjadi wacana kontroversial. Tapi, penolakan akan adanya imunisasi itu tidak terlihat di posyandu Desa Jingkang, Kecamatan Tanjung Medar, Sumedang. Desa binaan Dompet Peduli Ummat (DPU) Daarut Tauhiid ini, pada Selasa (18/10) pagi, dipenuhi ratusan ibu-ibu beserta balitanya yang hendak diimunisasi.

 

Pemberian vaksin campak dan polio yang dilakukan Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang itu, melibatkan beberapa tenaga medis dan relawan setempat. DPU Daarut Tauhiid juga ikut serta. Namun, bukan untuk terlibat dalam pelaksanaan imunisasi, tapi membantu dalam pemberian penyuluhan dan makanan tambahan bagi balita.

 

Melibatkan sukarelawan dari staff pengajar Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung, ratusan ibu-ibu beserta anaknya memperoleh informasi berharga akan pentingnya gizi seimbang. Termasuk cara pengolahan makanan tersebut.

 

Sebelumnya, kegiatan serupa juga telah dilaksanakan di Kampung Majlis, Gununghalu, Selasa (4/10), dan Desa Cileles, Jatinangor, Kamis (13/10). Kedua desa tersebut juga merupakan desa binaan bagi pelaksanaan program Desa Mandiri DPU Daarut Tauhiid. (Suhendri Cahya Purnama/2011)

http://www.dpu-online.com/news/detail/1643

By pondokdhuafa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s