Keindahan Warisan Budaya di Pesona Batik 2011

 

Anda seorang guru, pejabat, pelajar, atau profesi lainnya? Merasa bingung dengan busana yang hendak dipakai ketika menghadiri suatu acara? Kiranya itu tak lagi perlu terjadi. Karena, bangsa Indonesia punya warisan budaya dalam berbusana yang begitu luar biasa. Yaitu batik, cocok dipakai oleh semua usia, pekerjaan dan kesempatan.

 

Bertempat di Mall Hyper Point Pasteur, Bandung, Anda akan dimanjakan dengan berbagai motif dan corak batik yang memesona. Mulai dari Rabu (4/5) hingga Ahad (8/5), berbagai jenis batik dari berbagai kota di Jawa Barat dan luar Jawa Barat dipamerkan di acara Pesona Batik 2011.

 

Acara untuk kedua kalinya ini diadakan oleh Hyper Point Pasteur, melanjutkan acara serupa tahun sebelumnya. Dihadiri oleh Erika Ayi Vivananda, Wakil Ketua Penggerak PKK Kota Bandung, dan Sendy Dede Yusuf, Ketua Yayasan Batik Jawa Barat (YBJB) yang sekaligus membuka serta meresmikan pameran.

 

“Batik kini bisa dipakai oleh semua usia, kalangan dan berbagai kesempatan. Bukan untuk orang tua saja, tetapi anak muda pun bisa memakainya. Batik juga bisa digunakan ketika hendak pergi ke mana saja, tidak hanya dalam acara-acara resmi, karena sekarang batik sudah memiliki corak dan motif yang sangat beragam,” ujar Sendy dalam sambutannya.

 

Berbusana hijau muda dengan terusan bawahan bermotifkan batik, istri dari wakil Gubernur Jawab Barat, Dede Yusuf, juga menyampaikan pentingnya melestarikan warisan budaya bangsa Indonesia yang sangat bernilai ini. Caranya, dengan membiasakan diri untuk mengenakan batik dalam tiap kesempatan.

 

Selain dari pejabat setempat, acara pembukaan turut dihadiri oleh para pengusaha batik yang berasal dari provinsi Jawa Barat dan luar provinsi, seperti Yogyakarta, Solo, dan Pekalongan. Untuk di Jawa Barat, hingga saat ini tercatat 26 kota kabupaten yang memiliki kerajinan batik, 20 di antaranya memiliki ciri khas seperti batik Cimahi dan Ciamis.

 

Pada pameran kali ini disajikan tiga jenis batik yaitu batik tulis, cat dan kombinasi (campuran batik tulis dan batik cat). Ketiga jenis batik memiliki ciri khasnya masing-masing. Sehingga batik akan selalu updatedalam merespon perkembangan dunia mode. Tak akan pernah ketinggalan jaman. (Neni Nur Fauziah/2011)

http://www.dpu-online.com/news/detail/1559

By pondokdhuafa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s