Meningkatkan Kualitas Keyakinan

Tidak ada satu amal perbuatan yang terlepas dari diri. Sekecil apapun perbuatan akan kembali pada pembuatnya. Kedzaliman, kebaikan akan kembali pada pembuatnya. Kita bisa melihat apa yang akan menimpa kita dari apa yang kita perbuat. Intinya ada pada keikhlasan kita Jangan menjadi ujub dengan kebaikan yang dilakukan dan jangan merasa berjasa dengan amal soleh yang kita perbuat karena yang paling penting kita sadar bahwa rahmat Allah lah yang dapat menyelamatkan kita, bukan amal sholeh. Keburukan kita itu akan kembali kita persis dengan keadilan Allah SWT. Nah, saudaraku Allah sudah memberikanjaminan rezeki untuk setiap mahluknya. Orang yang dikasihi Allah dicabut kegalauan terhadap dunia semata. Dan bersedih jikalau amalannya belum disempurnakan, bersedih dikala rindu rosul dan keinginan yang menggebu untuk bertemu dengannya. Tetapi tidak bersedih karena urusan duniawi. Kunci lainnya, Dimana pun Allah, pasti mengawasi kita. Tidak ada satu tempat pun yang luput dari pandangan Allah. Tidak ada satu semut hitam pun yang berjalan di atas batu legam, di dalam gulitanya malam dalam belantara yang kelam kecuali Allah yang Maha Tahu. Mari kita tingkatkan perasaan merasa diawasi Allah. Di mana pun kita berada tidak ada yang tersembunyi. Oleh karen aitu, jika kita ingin meingkatkan kualitas akhlak diawali dengan meningatkan kualitas kualitas keyakinan kita. Yakin Allah Maha Mendengar sehingga ucapan akan terpelihara. Tidak ada dusta, tidak ada ghibah, dan tidak ada fitnah. Jika kita yakin Allah ada dimanapun jua, kita tidak akan leluasa berbuat maksiat. Jika kita yakin Allah Maha Tahu isi hati kita untuk apa kita nilai seseorang dengan kedengkian, kebencian yang tidak dihalalkan. Kalau kita yakin Allah yang memberikan rezeki, mengapa harus mencoreng diri dengan harta haram. Percayalah saudaraku, pondasi terkokoh dalam hidup kita adalah keyakinan yang mengujam, yang memandu hati kita yakin kepada Allah yang Maha Agung , Maha Gagah Perkasa, yang Maha Menatap, Mendengar, menguasai segala-galanya. Kita hanya manusia yang mampir sekedar saja. Bahkan jika tidak ada oksigen 39 detik saja kita tidak bisa menjamin akan hidup. Dalam waktu itu yang diperlukan oksigen tidak yang lain. Semoga Allah mengampuni kesombongan kita. Karena kesombongan buah dari kebodohan yang tidak mengenal tuhannya dan mengenal siapa dirinya.

http://www.dpu-online.com/artikel/detail/1/464/Meningkatkan%20Kualitas%20Keyakinan

By pondokdhuafa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s