Peduli Somalia di Car Free Day Dago

Masihkah isu kelaparan Somalia mengisi hari-hari kita? Ataukah berita gonjang-ganjing para elit politik, perilaku yang tak pantas dicontoh dari para selebriti, menjadi keseharian yang kita lihat dan dengar?

 

Semoga, kita bukan termasuk mereka yang larut dalam berbagai hal remeh tersebut dan melupakan apa yang saat ini terjadi di Somalia. Sebagai negeri berpenduduk mayoritas muslim, Somalia kini dilanda bencana kekeringan dan kelaparan yang dahsyat.

 

Portal kompas.com melaporkan pada awal Agustus lalu, bencana telah menewaskan lebih dari 29.000 anak balita dalam tiga bulan ini. Hingga sekarang (Oktober), situasi masih belum juga membaik. Ancaman kematian akibat kelaparan masih mengintai, terutama bagi anak-anak.

 

Dalam laporan resminya, PBB menyebutkan 640.000 anak di Somalia kekurangan gizi akut. Suatu angka statistik yang memberikan ‘lampu merah’ bagi siapa pun, bahwa ancaman kematian membayangi mereka.

 

Sebelumnya, puluhan ribu orang telah tewas akibat kekeringan yang terburuk di Somalia dalam 60 tahun ini. Tak berlebihan jika PBB pun mengatakan bahwa bencana kemanusiaan di Somalia termasuk yang terparah.

 

Somalia patut mendapat perhatian ekstra. Khususnya bagi kita, para muslim di Indonesia. Walaupun antara Indonesia dan Somalia terbentang jarak yang jauh, itu bukan jadi alasan berkurangnya empati dan kepedulian untuk mereka.

 

Karena bukankah Rasulullah telah mengatakan bahwa muslim itu bersaudara? Seorang muslim tak terikat oleh batas-batas negara, bangsa, suku, warna kulit, atau pun kelompok tertentu. Tapi akidahlah yang menyatukan umat muslim. Akidah untuk mengesakan Allah dan Rasulullah sebagai panutan.

 

Untuk menanamkan kesadaran akan hal itu, pada Ahad (16/10), Komite Indonesia untuk Solidaritas Somalia (Kiss) menggelar launching di Jalan Ir. H. Juanda (Dago). Berbaur dengan ribuan warga Bandung yang sedang menikmati suasana santai di sepanjang jalan yang setiap pekannya dijadikan sebagai kawasan Car Free Day.

 

Aksi diisi dengan orasi dari berbagai lembaga kemanusiaan yang peduli terhadap isu Somalia, termasuk dari Dompet Peduli Ummat (DPU) Daarut Tauhiid. Dalam orasinya, Kohar Saeful, penanggung jawab program Peduli Somalia dari DPU Daarut Tauhiid menyatakan bahwa kepedulian terhadap Somalia harus berbentuk nyata. Tak cukup hanya konsep atau wacana tapi miskin tindakan. Salah satunya adalah dengan ikut serta menyisihkan sebagian harta untuk didonasikan ke rakyat Somalia.

 

“Bagi masyarakat yang ingin mendonasikan uangnya ke Somalia, dapat memercayakannya ke DPU Daarut Tauhiid. Bisa langsung datang ke kantor DPU Daarut Tauhiid pusat maupun cabang atau via rekening Infak Sedekah Khusus. Untuk BNI Syariah: 009 2553 741, sedangkan BCA: 777 0333 151. Selain itu, khusus di Kota Bandung, DPU Daarut Tauhiid menyediakan jasa jemput donasi di nomor (022) 7077 5632 atau 0800 140 1921,” ujar Kohar.

Tak hanya orasi, aksi juga diwarnai dengan pembubuhan tanda tangan di kain putih yang direntangkan. Ratusan warga Bandung turut memberikan tanda tangan mereka. Aksi ini merupakan bentuk simbolis dukungan terhadap berbagi aksi kemanusiaan untuk Somalia. Negeri di tanduk Afrika yang kini terancam kehilangan setengah generasinya akibat bencana kelaparan! (Suhendri Cahya Purnama/2011)

http://www.dpu-online.com/news/detail/1641

By pondokdhuafa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s