Iman Pangkal Sehat

Sahabat, di Swadaya edisi April ini, pertama kalinya akan diangkat tema mengenai kesehatan. Satu sisi penting kehidupan yang kadangkala tidak kita sadari betapa kesehatan adalah sebuah nikmat yang sangat besar.

Islam diturunkan sebagai rahmat semesta alam. Berbagai urusan kehidupan manusia sesungguhnya sudah ada kunci jawabannya pada agama samawi ini, sehingga bukan malah menjadi merepotkan manusia. Dalam hal kesehatan, Rasulullah saw terbilang yang paling sehat di antara seluruh manusia. Beliau belum pernah sakit, kecuali menjelang ajal. Tentunya fakta tersebut menyimpan pelajaran tinggi untuk kita teladani. Lalu, benarkah dengan menjalankan ajaran Islam berarti kita sudah meraih kesehatan?

Kesehatan seseorang berbanding lurus dengan gaya hidupnya. Gaya hidup yang dijalankan sehari-hari, berpengaruh bahkan berdampak terhadap kualitas kesehatannya, misalnya, seseorang yang rajin bertahajud, berdasarkan penelitian ternyata berdampak terhadap kesehatannya dibanding dengan mereka yang jarang bertahajud.

Memang gaya hidup banyak dipengaruhi oleh cara pandang kehidupan seseorang terhadap pedoman hidupnya. Gaya hidup juga dipengaruhi oleh kemajuan infrastruktur dan fasilitas modern yang dimiliki, di samping tentunya latar belakang agama, pendidikan, etnis dan lingkungan tempat ia tinggal.

Lebih berperan, gaya hidup seseorang dipengaruhi oleh tingkat keimanannya. Dengan keimanannya, manusia menjadi takut berbuat yang menyalahi aturan hidupnya. Sebaliknya dia akan pandai berhitung atau menghisab diri dengan amal dan muhasabah. Dia akan selalu semangat mengejar karunia, pahala kebaikan serta janji penghapusan dosa dari Allah SWT. (QS. al-Ghasyiyah [88]: 25-26).

Dengan demikian gaya hidup iman akan menuntun kita kepada pola hidup sehat. Seperti diungkapkan dalam Majalah Time, edisi Februari 23, 2009. Majalah tersebut mengupas tentang jiwa dan raga, yang menyimpulkan hasil sebuah riset bahwa kesehatan seseorang didukung dengan tingkat keimanan mereka pada ajaran agamanya.

Dari penelitian yang dilakukan oleh Dr. Andrew Newberg, seorang radiologist dan psikiatris di Universitas Pensylvania, AS, dijelaskan bahwa ternyata doa akan mempertajam daya tangkap otak. Di mana melalui proses doa seseorang akan mengalami suatu masa dimana seakan-akan keberadaan raganya telah menyatu dalam jiwanya. Pada masa inilah seseorang merasakan kedamaian, ketenteraman yang itu semuanya berpengaruh pada kesehatan.

Bahkan lebih terperinci pengaruh keimanan ini sebagaimana dalam sebuah pengkajian yang diterbitkan dalam International Journal of Psychiatrydunia kedokteran, dilaporkan bahwa orang yang mengaku dirinya tidak berkeyakinan agama menjadi lebih sering sakit dan mempunyai masa hidup lebih pendek. Mereka yang tidak beragama berpeluang dua kali lebih besar menderita penyakit usus-lambung daripada mereka yang beragama, dan tingkat kematian mereka akibat penyakit pernapasan lebih tinggi daripada mereka yang beragama.

Penelitian yang mencakup banyak segi tentang hubungan antara keyakinan agama dan kesehatan jasmani yang dilakukan oleh Dr. Herbert Benson dari Fakultas Kedokteran Harvard telah menghasilkan kesimpulan yang mencengangkan di bidang ini. Walaupun bukan seorang yang beragama, Dr. Benson telah menyimpulkan bahwa ibadah dan keimanan kepada Allah (Tuhan) memiliki lebih banyak pengaruh baik pada kesehatan manusia daripada keimanan kepada apa pun yang lain. Benson menyatakan, dia telah menyimpulkan bahwa tidak ada keimanan yang dapat memberikan banyak kedamaian jiwa sebagaimana keimanan kepada Allah (Tuhan).

Maka, iman adalah pangkal sehat, yaitu mereka yang senantiasa dekat dengan Allah, yang hatinya damai bersama-Nya. Dengan hati yang tenteram, kita lebih bisa mengendalikan diri untuk menjalani pola hidup sehat, dan mendapat pertolongan Allah menikmati hidup sehat: “…Hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” (QS. ar-Ra’d [13]: 28).

Semoga kita semua digolongkan termasuk orang-orang yang peduli terhadap masalah kesehatan.

http://www.dpu-online.com/artikel/detail/2/1637/Iman%20Pangkal%20Sehat

By pondokdhuafa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s