Kedurhakaan dan Kesombongan Manusia

Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi ternyata mereka mendustakan (ayat-ayat kami), maka kami siksa mereka sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan. Maka apakah penduduk negeri itu merasa aman dari siksaan Kami yang datang malam hari ketika mereka sedang tidur? Atau apakah penduduk negeri itu merasa aman dari siksa Kami yang datang pada pagi hari ketika mereka sedang bermain? Atau apakah mereka merasa aman dari siksaaan Allah (yang tidak terduga-duga)? Tidak ada yang merasa aman dari siksaan Allah selain orang-orang yang rugi.” (QS. Al-A’raf [7]: 96-99).

 

Semua peristiwa dan bencana yang kita saksikan di atas bumi dan alam semesta ini, tidak terjadi begitu saja dengan sendirinya. Melainkan sesuai kehendak dan ketentuan Tuhan Penciptanya, yakni Allah Ta’ala.

 

Berbagai peristiwa dan bencana itu, disebabkan kedurhakaan dan kesombongan manusia terhadap Allah dan syari’at-Nya. Termasuk juga berbagai dosa-dosa yang mereka lakukan. Lalu Allah menurunkan berbagai azab atas mereka.

 

Orang-orang kafir, sombong dan ingkar pada Allah dan Rasul-Nya melihat berbagai peristiwa itu murni sebagai peristiwa alam. Terlepas dari kehendak dan skenario Allah. Mereka tidak dapat melihatnya sebagai sebuah azab, teguran atau pun cobaan. Melainkan hanya menambah kesombongan dan kekufuran kepada Allah.

 

Sikap yang mereka kembangkan juga seakan melawan kehendak Allah. Namun, sepanjang perjalanan umat manusia, belum ada satu pun manusia yang mampu mengalahkan dan melawan kehendak Allah. Fir’aun yang begitu hebat memiliki semua kekuatan saat berkuasa, tenggelam juga di laut merah dan bangkainya dapat kita saksikan hingga sekarang. Demikian juga dengan negara-negara berteknologi maju saat ini seperti Jepang, Jerman atau Amerika. Belum pernah sekali pun mereka mampu menahan gempa bumi, tsunami dan berbagai bencana yang Allah turunkan. Semuanya lemah dan tak berdaya di hadapan kehendak Allah.

 

Sebaliknya, orang-orang beriman akan melihat semua peristiwa yang terjadi merupakan ujian dan teguran dari Allah. Mereka akan segera kembali dan bertaubat pada Allah. Semakin taat pada aturan-Nya, baik yang terkait dengan sunnatullah maupun syariat.

 

Sistem Allah terkait dengan imbalan (reward) dan hukuman (punishment) bukan hanya terjadi di akhirat, melainkan sudah Allah terapkan sejak kita hidup di dunia. Setiap kebaikan yang dibangun atas dasar iman kepada Allah dan Rasul-Nya, akan berakibat keberkahan hidup di dunia dan keselamatan di akhirat. Sebaliknya, setiap pelanggaran sistem Allah yang terkait dengan keimanan, syariat, akhlak, sunnatullah dan sebagainya, insya Allah berakibat pada tindakan Allah melalui berbagai bencana yang Ia timpakan. Semoga kita bisa menafakurinya. (H. Asep Hikmat, Direktur DPU Daarut Tauhiid)    

http://www.dpu-online.com/artikel/detail/2/1687/Kedurhakaan%20dan%20Kesombongan%20Manusia

By pondokdhuafa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s