Apa yang Didapat dari Peradaban Islam?

Seorang muslim liberal asal Mesir, Nasr Hamid Abu Zayd, mengatakan bahwa ada yang tertinggal dari khazanah peradaban Islam, dan berkembang pada abad pertengahan, yaitu pengetahuan. Warisan peradaban Islam pada dasarnya adalah pengetahuan yang tersimpan dalam buku-buku atau catatan atau berkaitan dengan sejarah. Dalam buku sejarah, kita mendapatkan pengetahuan tentang jatuh bangunnya penguasa-penguasa berkuasa, kemajuan dan kemunduran dalam khazanah kebudayaan, dan kejadian-kejadian terdahulu.

 

Hal-hal yang kita dapatkan dari buku sejarah atau buku-buku lainnya adalah pengetahuan yang diwariskan dari satu generasi pada generasi selanjutnya dengan bahasa berbeda. Mungkin hanya sedikit hal-hal baru yang muncul. Kalau tidak dari sisi kemasan, mungkin dari bahasa atau torehan kalimat-kalimat pada kerta-kertas yang kemudian menjadi buku. Pewarisan buku-buku karya para ulama terdahulu, terkadang membuat kaum muslim bangga, tetapi tidak tergerak untukmengikuti jejaknya.

 

Para sejarawan atau ulama sekarang, hanya membanggakan bahwa Islam zaman dahulu pernah jaya. Sayang, hanya sampai pada level bangga. Memang wajar pada kondisi terpuruk, orang sering berharapterjadi perubahan. Namun, di Indonesia ini kaum muslim terlihat hanya bangga dan berharap terus, belum ada buktinya. Teknologi dan dunia informasi masih tetap dipegang Cina dan Barat. Ilmupengetahuan dan ekonomi tetap dipegang Amerika dan Eropa. Dunia Islam, masih tetap mengurus soal kafir tidaknya, atau sesat tidaknya orang beribadah.

 

Memang tidak diingkari pula bahwa dari ‘pengetahuan’ yang diwariskan dari masa lalu, jadi pendorong kaum muslim menjadi anti-semitik. Karena itu, anti-semitik lahir dari ‘doktrin’ atau ‘pengetahuan’ yang diwariskan secara turun temurun. Hal itu wajar, karena di balik itu ada human interest, ada political interesteconomic interest, dan lainnya. Seperti hadirnya wacana cultural studies yang berupaya mengangkat kaum minoritas di berbagai dunia ketiga, atau gerakan teologi pembebasan (Islam atau Kristen), pada dasarnya ada kepentingan.

 

Apabila ia berada dalam jaringan agama, ujung-ujungnya melakukan misi atau berdakwah. Apabila berada di bawah payung ekonomi dan politik, berujung pada ideologi dan penataan dunia dalam satu narasi besar: ekonomi kapitalisme liberal dan demokrasi. Bukankah Francis Fukuyama menyimpulkan bahwa ‘akhir sejarah’ dunia ini berujung pada narasi besar yang sedang terus digelindingkan ke Dunia Islam dan dunia ketiga?

 

Contoh yang nyata adalah Irak setelah jatuhnya Sadam Husen, Amerika dan sekutunya berupya menciptakan negara baru yang bersistem politik demokrasi. Begitu juga Indonesia, yang terus dikembangkan para cendekiawan dan politisi yang pernah sekolah di Barat berupaya untuk

terus menciptakan sistem demokrasi di Indonesia.

 

(Ahmad Sahidin, dengan beberapa perubahan)

http://www.dpu-online.com/artikel/detail/3/1850/Apa%20yang%20Didapat%20dari%20Peradaban%20Islam?

By pondokdhuafa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s